Connect with us

Otomotif

Daftar Motor RX King yang Pernah Launching di Indonesia

Published

on

Motor RX King ini memang tidak pernah habis bahan perbincangan di kalangan pengendara sepeda motor. Khusus bagi para penggemar sepeda motor 2 tak, motor Yamaha satu ini dianggap paling top, sebut saja salah satunya jenis Yamaha RX King adalah Cobra ataupun generasi pertama. Model kendaraan satu ini paling banyak diincar dengan harga yang tinggi.

Harga dari sepeda motor Yamaha RX King ini juga terbilang cukup tinggi sekali. ditambah lagi jika kondisi kendaraan yang bodi masih mulus dan mesin original akan sangat menggiurkan sekali. Bagi Anda yang ingin tahu lebih jelas tentang perjalanan Yamaha RX King di Indonesia bisa ikuti ulasan kami disini.

Daftar Type Motor RX King yang Hadir di Indonesia

Untuk Anda yang suka dengan Yamaha RX King mungkin bisa cari tahu daftar type kendaraan yang sebelumnya sudah pernah hadir di Indonesia sejak tahun 1970 an silam seperti di bawah ini:

  1. Yamaha RX King 100

    Type motor satu ini adalah generasi pertama dari motor 2 tak pabrikan Yamaha yang dijuluki jambret. RX King 100 sendiri pertama kalinya hadir pada tahun 1977 silam dan secara langsung didatangkan dengan status CBU.

    Sesuai pula dengan kubikasi mesinnya, motor RX King ini memiliki kapasitas mesin 100cc, 2 tak dengan tenaga 11,5 Hp. RX King generasi pertama ini mampu melaju hingga 110 km/jam, yang mana pada masa tersebut sudah sangat kencang sekali.

  2. Yamaha RX King 125

    Setelah masuk ke tahun keduanya, lebih tepat pada 1979, diluncurkan oleh Yamaha generasi kedua dari RX King dengan nama Yamaha RX 125. Motor satu ini sudah dilengkapi dengan 1 silinder, mesin 123cc, 2 tak dengan tenaga 13 Hp. Kedua mesinnya pun sudah ditambahkan dengan transmisi manual 4 percepatan.

  3. Yamaha RX-K

    Memasuki tahun 1980, Yamaha pun akhirnya mengeluarkan type terbaru bernama RX-K. motor RX King satu ini yang menjadi cikal bakal kelahiran Yamaha King yang sekarang ini mudah Anda temukan. Model ini juga sudah menggunakan jenis mesin 135cc dengan tenaga 17,5 Hp. Kecepatan motor 2 tak pabrikan Yamaha ini mencapai 150 km/jam.

    Perbedaan dari Yamaha RX-K dengan pendahulunya ialah sudah menggunakan fairing seperti topi pada bagian lampu depan. Motor ini sudah didatangkan dengan status CBU dari negara Jepang, namun sayangnya masih kurang peminat di tanah air.

  4. Yamaha RX-S

    Lanjut pada generasi berikutnya motor RX King dengan nama Yamaha RX-S telah hadir di tahun 1981. Motor satu ini mempunyai desain yang tidak jauh berbeda dengan versi sebelumnya. Namun perbedaan tampak pada bagian belakang yang menampilkan bodi kecil pada bagian atas lampu belakang.

    Ukuran mesin Yamaha RX-S ini relatif lebih kecil, hanya kisaran 115cc saja, namun tetap gunakan mesin 2 tak. Setelah kemunculan dari RX-S ini, memasuki tahun 1983 barulah dikeluarkan versi RX-Special. Yang mana model ini merupakan mode penegmbangan dari versi sebelumnya dengan penggunaan mesin yang sama.

  5. Yamaha RX King Cobra

    Di tahun 1983 silam, motor RX King yang paling dicari oleh kolektor Indonesia pertama kalinya diluncurkan yakni RX King Cobra. Perlu Anda ketahui bahwa nama dari motor 2 tak satu ini sebenarnya hanya Yamaha RX King saja, namun bentuk stang motor dan tangki menyerupai seperti ular cobra.

    Salah satu dari ciri Yamaha RX King Cobra ini ialah penggunaan stiker atau decal pada bagian tangki dengan garis dua warna yang ikonik sekali. motor pabrikan Yamaha satu ini sudah dilengkapi dengan mesin 135cc, 1 silinder, 2 tak dengan tenaga 18,2 Hp torsi 15,1 Nm.

    Alasan mendasar mengapa jenis motor RX King satu ini menjadi incaran karena sebelum resmi diluncurkan, pihak Yamaha sendiri melakukan survey ke seluruh wilayah Indonesia. Selain itu juga, mesin motor ini pun sepenuhnya dibuat di Jepang dengan kode Y1 dan Y2.

  6. Yamaha RX-Z

    Lanjut lagi pihak Yamaha pun resmi merilis versi RX King dengan konsep yang tampak berbeda. Yamaha RX-Z ini memiliki desain yang lebih sporty. Yang mana motor 2 tak tersebut telah rilis pada tahun 1985 silam dengan desain terbarunya. Pada bagian lampu motor RX King telah menggunakan fairing, di bawahnya pun terdapat bodykit. Untuk sisi samping bodi motor tampak begitu lancip hingga ke belakang.

    Kemudian, untuk knalpot motor pun sudah dibuat berbeda dari generasi yang sebelumnya. Bagian mesin kendaraan telah dipasangkan dengan varian berbeda pada bagian langkah silinder. RX-Z ini pun mempunyai langkah silinder 56 x 54 mm. hal ini yang membuat performa dari RX-Z cenderung lebih baik dan bisa memiliki kecepatan maksimal.

  7. Yamaha RX King Master

    Tahun 1996, Yamaha RX King Master pun akhirnya dirilis dengan ciri khas striping pada bagian tangki seperti huruf M. model ini mungkin sekilas sama dengan Cobra, namun bedanya hanya dibuat di Indonesia saja.

Daftar motor RX King yang sudah pernah launching di Indonesia memang cukup banyak sekali, dulunya kurang populer namun saat ini selalu diincar oleh para kolektor.

Continue Reading

Otomotif

8 Penyebab Suara Berisik dari Kap Mesin Mobil dan Solusinya

Published

on

8 Penyebab Suara Berisik dari Kap Mesin Mobil dan Solusinya

Penyebab suara berisik dari kap mesin mobil sering kali menjadi pertanyaan banyak pengemudi ketika tiba-tiba terdengar bunyi aneh saat kendaraan dijalankan. Meskipun terdengar sepele, suara berisik dari kap mesin bisa menandakan adanya masalah pada beberapa komponen penting kendaraan.

Jika dibiarkan, kerusakan bisa semakin parah dan berdampak pada performa mesin, bahkan keselamatan Anda saat berkendara. Supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan, yuk cek apa saja penyebab suara berisik dari kap mesin mobil di bawah ini.

Beberapa Penyebab Suara Berisik dari Kap Mesin Mobil

Pastikan Anda mengetahui apa saja penyebab suara berisik dari kap mesin mobil demi keamanan saat sedang berkendara. Yuk, langsung saja cek selengkapnya disini!

Berikut penyebab suara berisik dari kap mesin mobil yang harus Anda waspadai, yaitu:

1. Fan Belt atau Sabuk Serpentine yang Kendur

Salah satu penyebab suara berisik dari kap mesin mobil paling umum adalah fan belt atau sabuk serpentine yang kendor atau aus. Komponen ini berfungsi menggerakkan berbagai sistem seperti alternator, pompa air, dan AC.

Ketika fan belt mulai aus, biasanya akan terdengar suara melengking atau mencicit terutama saat mobil baru dinyalakan atau ketika Anda menyalakan AC. Kondisi ini disebabkan karena sabuk tidak mencengkram pulley dengan baik akibat permukaannya yang licin atau kendur.

Solusinya, Anda dapat memeriksa kondisi sabuk serpentine secara rutin. Jika sudah tampak retak atau tipis, segera ganti. Untuk pencegahan, lakukan penyetelan ketegangan sabuk secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.

2. Oli Mesin yang Sudah Kotor atau Kurang

Oli Mesin berfungsi melumasi seluruh komponen mesin agar tidak terjadi gesekan berlebihan. Namun, ketika volume oli berkurang atau kualitasnya menurun karena jarang diganti, mesin akan bekerja lebih keras dan menghasilkan suara kasar seperti ketukan halus atau gemeretak.

Bunyi ini biasanya muncul dari dalam blok mesin dan akan semakin terdengar ketika RPM meningkat. Jika dibiarkan, gesekan antar komponen logam bisa menyebabkan keausan serius bahkan kerusakan permanen pada piston atau crankshaft.

Untuk menghindari hal ini, Anda sebaiknya rutin memeriksa volume oli setiap 1.000 km dan menggantinya sesuai jadwal servis, biasanya setiap 5.000–10.000 km tergantung jenis oli dan kondisi pemakaian mobil.

3. Baut atau Komponen Longgar di Sekitar Mesin

Suara berisik dari kap mesin juga bisa disebabkan oleh komponen yang longgar, seperti baut penahan mesin, bracket alternator, atau dudukan knalpot bagian depan. Biasanya, bunyi yang dihasilkan berupa getaran logam atau ketukan ringan yang terdengar lebih jelas saat mobil melewati jalan bergelombang.

Meski terlihat sederhana, baut longgar bisa menjadi sumber gangguan yang serius. Getaran yang dibiarkan terus-menerus bisa membuat bagian lain ikut kendur, bahkan merusak dudukan mesin.

Sebaiknya, lakukan pengecekan visual di bengkel setiap kali melakukan servis rutin. Pastikan semua baut terpasang rapat dan tidak ada komponen yang bergeser dari posisi semula.

4. Masalah pada Bearing atau Pulley

Bearing dan pulley adalah bagian penting yang berfungsi membantu putaran sabuk di dalam mesin. Ketika salah satu bearing mulai aus, Anda akan mendengar suara berdengung atau mengerik yang konstan, bahkan ketika mobil dalam posisi diam dengan mesin menyala.

Kerusakan ini bisa terjadi karena pelumasan bearing yang kurang atau karena usia pemakaian yang sudah lama. Jika dibiarkan, bearing bisa macet dan mengganggu kinerja sistem seperti alternator atau pompa air.

Langkah terbaik adalah melakukan pemeriksaan di bengkel untuk memastikan sumber bunyi berasal dari pulley atau bearing tertentu. Biasanya mekanik akan memutar komponen secara manual untuk mendeteksi kelonggaran atau kekasaran putaran.

5. Sistem Knalpot Bocor

Bunyi berisik yang terdengar seperti desisan atau ledakan kecil bisa jadi berasal dari sistem knalpot yang bocor, terutama di area manifold atau sambungan pipa dekat mesin. Knalpot yang bocor bukan hanya menimbulkan suara mengganggu, tetapi juga bisa mengurangi performa mesin karena tekanan gas buang menjadi tidak stabil.

Kebocoran ini biasanya terjadi akibat karat, benturan, atau gasket yang rusak. Jika Anda mencium bau gas buang di dalam kabin atau mendengar suara kasar dari bawah kap mesin, segera bawa ke bengkel untuk diperiksa.

6. Injector dan Sistem Bahan Bakar Kotor

Penyebab suara berisik dari kap mesin mobil selanjutnya adalah injector dan sistem bahan bakar kotor. Hal ini disebabkan karena suplai bahan bakar yang tidak stabil, sehingga pembakaran di ruang mesin menjadi tidak sempurna.

Masalah ini biasanya muncul pada mobil yang jarang dibersihkan sistem bahan bakarnya atau sering menggunakan bahan bakar berkualitas rendah. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan cairan pembersih injektor atau melakukan servis injektor di bengkel resmi agar aliran bahan bakar kembali normal.

7. Timing Chain atau Tensioner Bermasalah

Jika suara yang terdengar berupa ketukan keras dari bagian dalam mesin, bisa jadi penyebabnya adalah timing chain atau tensioner yang aus. Komponen ini mengatur sinkronisasi antara putaran camshaft dan crankshaft.

Ketika tensioner melemah, rantai menjadi longgar dan menghasilkan bunyi logam saling berbenturan. Ini termasuk masalah serius yang memerlukan penanganan cepat, karena jika timing chain putus, bisa menyebabkan kerusakan fatal pada mesin.

8. Alternator atau Komponen Elektrik Lain yang Bermasalah

Alternator yang mulai rusak juga dapat menimbulkan suara mendengung tinggi dari area depan mesin. Biasanya suara ini muncul karena bearing alternator aus atau rotor di dalamnya tidak lagi berputar dengan sempurna.

Selain suara, tanda lain dari alternator bermasalah adalah lampu indikator aki yang menyala di dashboard atau tegangan listrik tidak stabil. Jangan menunda pemeriksaan karena jika alternator benar-benar mati, mobil bisa kehilangan daya listrik saat berkendara.

Itulah beberapa penyebab suara berisik dari kap mesin mobil yang bisa Anda tahu. Ingat, suara berisik dari kap mesin mobil tidak boleh dianggap sepele, karena bisa menjadi tanda awal adanya kerusakan pada sistem mekanis atau elektrik kendaraan Anda.

Continue Reading

Otomotif

Mengenal Viskositas Oli Mesin dan Bagaimana Cara Membacanya

Published

on

Mengenal Viskositas Oli Mesin dan Bagaimana Cara Membacanya

Jangan mengaku sebagai pecinta otomotif apabila Anda tidak memahami mengenai viskositas oli mesin. Istilah tersebut berkaitan dengan kekentalan dan kemampuan oli dalam mengalir serta berpengaruh pada kondisi operasional kendaraan.

Mungkin beberapa orang masih awam dengan istilah ini. Padahal pengaruhnya terhadap kendaraan sangatlah besar. Sehingga jika Anda memiliki kendaraan di rumah yang harus dirawat, sebaiknya pahami mengenai hal ini.

Mengenal Pengertian Viskositas Oli Mesin

Jangan mengaku sebagai pecinta otomotif apabila Anda tidak memahami mengenai pentingnya viskositas oli mesin karena pemilihannya tidak bisa asal

Pada dasarnya, Anda dapat menafsirkan istilah tersebut sebagai nilai kekentalan oli berdasarkan angka. Tidak perlu bingung karena seharusnya di setiap kemasan pasti akan ditemui angka-angka tersebut untuk menerangkan tingkat kekentalannya.

Angkanya pun nanti akan bervariatif sehingga memiliki arti masing-masing. Misalnya saja seperti semakin besar angkanya maka akan semakin tinggi juga tingkat kekentalannya. Selain itu oli sendiri merupakan cairan pelumas mesin.

Pelumas mesin dibutuhkan agar mesin tidak mudah berkarat serta menjaga suhunya. Biasanya setiap mobil akan disarankan menggunakan standar Viskositas tertentu. Sehingga beberapa kendaraan memang tidak bisa asal dalam memilih olinya.

Penggunaan viskositas oli mesin yang tepat akan membuat performa kendaraan Anda menjadi lebih terjaga. Berbeda jika asal-asalan dalam memilihnya, meskipun tidak terlihat dampaknya dalam jangka pendek, tetapi efek jangka panjang akan datang.

Oleh karena itu, memang penting memahami otomotif sampai ke detailnya bagi para pemilik kendaraan. Karena tentu saja siapapun ingin mobil atau motor kesayangannya awet tanpa mengalami kendala jangka pendek maupun jangka panjang.

Tetapi tahukah Anda bahwa kekentalan pada oli mesin juga terbagi menjadi dua jenis. Berikut ini adalah jenis kekentalannya :

1. Kekentalan Dinamis

Sesuai dengan namanya, oli mesin jenis ini viskositasnya dapat berubah-ubah atau dinamis. Nama lainnya adalah multi grade karena nilainya bisa berbeda tergantung pada suhunya baik rendah atau tinggi.

2. Kekentalan Tetap

Sedangkan jenis lainnya adalah yang tetap nilainya karena bertahan baik pada suhu tinggi maupun suhu rendah. Untuk jenis single grade seperti ini biasanya dapat Anda temukan dalam transmisi mobil.

Cara Membaca Arti Kode Viskositas Oli Mesin

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa akan ada angka atau kode pada setiap kemasannya yang menjelaskan kekentalan. Tetapi setiap huruf dan angka memiliki arti tersendiri seperti penjelasan di bawah ini :

1. Kode API

API merupakan singkatan dari American Petroleum Institute yang memiliki tugas untuk menentukan kualitas oli. API menggunakan 2 huruf tambahan di belakang kodenya seperti CH atau SN. Dua huruf itu juga menunjukkan atau memiliki arti.

Huruf pertama merupakan jenis kendaraannya. Sebagai contoh, kendaraan bahan bakar bensin maka olinya berkode S. Adapun jika kendaraannya memakai mesin diesel maka kode huruf pertamanya C.

Huruf kedua menunjukkan kualitas olinya, dimana jika semakin dekat huruf Z maka semakin bagus kualitasnya. Jadi jika melihat kode SN maka lebih bagus daripada kode SJ. Oleh karena itu mobil terbaru sebaiknya memakai kode huruf kedua paling mendekati Z.

2. Kode JASO

Kode viskositas oli mesin berikutnya adalah JASO atau Japanese Automotive Standard Association. Sesuai namanya, lembaga ini berasal dari Jepang serta dikhususkan untuk motor. Kode dari JASO juga memaki dua huruf, yaitu MA dan MB.

MB diperuntukan bagi motor matic serta skutik kopling kering. Daya gesek kode MB lebih rendah jika dibandingkan dengan MA. MA sendiri diperuntukan bagi motor berkopling basah seperti motor bebek dan motor sport.

3. Kode SAE

Dan terakhir ada SAE atau Society of Automotive Engineer, yaitu asosiasi yang mengatur standar internasional terkait viskositas oli mesin. Biasanya SAE ditulis memakai huruf dan angka seperti SAE 10W-40, SAE 5W-30.

Adapun misalnya 20W adalah petunjuk viskositas pada saat suhu dingin baik karena udara sekitar atau karena mesin baru menyala. Sementara W sendiri mengindikasikan winter dan semakin kecil angka sebelum W maka semakin encer olinya ketika di suhu dingin.

Di samping itu, dua angka setelah huruf W adalah tanda kekentalannya pada suhu tinggi. Apabila angka di belakang semakin kecil, maka olinya akan semain encer ketika di suhu tinggi. Sehingga terlihat bahwa kode ini juga menunjukkan jenis multi grade.

Tetapi, tersedia juga SAE single grade yang tentunya tidak mengalami banyak perubahan meskipun suhu berubah-ubah. Jenis seperti itu sanga cocok digunakan pada daerah dengan suhu stabil. Misalnya di Indonesia umumnya menggunakan SAE 10W-30 atau 15W-50.

Pentingnya Viskositas Oli pada Mesin

Dari beberapa pembahasan di atas seharusnya Anda sudah dapat melihat bahwa pemilihan viskositas oli mesin merupakan hal penting. Selain itu, terdapat juga pengaruh lain dari kekentalan oli terhadap mesin adalah seperti :

  • Semakin tinggi nilai kekentalannya maka jumlah putaran dan daya semakin berkurang
  • Semakin tinggi viskositasnya gaya tahanan olinya terhadap benda juga semakin besar

Oleh karena itu, pastikan menjaga kondisi mesin kendaraan agar tidak terjadi dampak negatif baik dalam waktu dekat atau jangka panjang. Pilihlah viskositas oli mesin yang tepat sehingga perawatan kendaraannya menjadi terjamin.

Continue Reading

Otomotif

Mengenal Crankcase Sepeda Motor yang Penting Pada Mesin

Published

on

Mengenal Crankcase Sepeda Motor yang Penting Pada Mesin

Mengenal komponen crankcase sepeda motor ternyata memiliki bagian penting yang wajib berada pada kendaraan Anda, karena berguna sebagai pelindung cadang lainnya.

Tapi sebenarnya tergolong sebagai komponen yang tidak terlalu banyak dikenali. Untuk Anda yang mengendarai motor, disarankan memahami dan mengenalinya lebih jauh. Termasuk berkenalan dengan bagian utama hingga tips menggantinya.

Mengenal Crankcase Sepeda Motor yang Penting Pada Mesin

Bagian crankcase sepeda motor memiliki manfaat penting untuk mesin karena melindungi sparepart. Jika ingin mengganti harus sesuai dengan standar.

Crankcase banyak dikenal sebagai bak mesin, bak engkol atau carter. Sebenarnya dikenali sebagai wadah minyak pelumas pada kendaraan roda dua. Konstruksi pada crankcase terdiri dari bagian bagian dengan baut tanam.

Supaya crankcase sepeda motor tidak bocor, terpasanglah gasket atau paking. Fungsinya penting karena akan dipasang berbagai bagian dalam mesin. Anda dapat menemukan crankshaft, kick starter, transmisi dan gear shaft.

Sementara itu, pada bagian bawahnya dilengkapi lubang pengeluaran minyak pelumas. Penutupnya baut tap yang kuat sehingga tidak mudah terlepas. Pada bak mesin sebenarnya dibedakan fungsinya berdasarkan dengan letaknya.

Misalnya left crank case, posisinya berdekatan dengan pedal transmisi. Pada bagian inilah dapat menemukan komponen oil pump. Ada juga right crank case dengan posisi dengan pedal rem pada bagian kanan.

Anda juga dapat menemukan left cover crankcase dan right cover crankcase. Untuk left cover sesuai namanya berposisi pada bagian kiri. Anda bisa menemukan generator atau magnet beserta spull atau rotor.

Sedangkan right cover crankcase sepeda motor letaknya sebelah kanan. Jika melepasnya, Anda bisa menemukan bagian clutch atau kopling. Bagian clutch terdiri dari dua jenis yaitu clutch primer dan clutch sekunder.

Kedua jenis clutch tentu memiliki manfaat atau fungsi khususnya pada sistem pemindah bagian. Setiap model kendaraan roda dua menggunakan tipe berbeda tergantung mesinnya. Kemudian bisa memberikan manfaat tepat pada motor.

Bagian Utama Dalam Crankcase Motor atau Bak Mesin

Bak engkol digunakan sebagai rumah bagian dalam dan terdiri dari berbagai komponen penting. Proses pembuatannya dengan pengecoran logam dari bahan die casting. Berikut berbagai komponen dalam crankcase sepeda motor:

  1. Generator, digunakan sebagai alternator mesin. Manfaatnya menjadi pembangkit daya tenaga listrik untuk motor Anda. Spull akan menghasilkan daya listrik bertegangan arus bolak balik dan diteruskan lewat kiprok sehingga searah.
  2. Poros engkol atau crankshaft, berguna sebagai pengubah gerak translasi atau vertikal horizontal menjadi gerak putar. Lalu diteruskan menuju sistem transmisi. Lalu dipakai roda gila atau flywheel sehingga motor bergerak.
  3. Kopling, berguna sebagai sistem transmisi agar pemindah tenaga mesin ke roda motor. Selain itu membantu putaran mesin serta meningkatkan kinerja transmisi. Bahkan menjadi penghubung dan pemutus putaran mesin ke transmisi.
  4. Gigi transmisi, komponen crankcase sepeda motor ini berguna mengatur kecepatan dan momentum putar. Motor membutuhkannya tergantung tingkat atau daya efisiensi kerja. Kecepatan optimal kendaraan dapat dimaksimalkan.
  5. Pompa oli atau oil pump, berguna sebagai penghisap oli bak penampungan. Selain itu memberi tekanan oli sehingga bergerak serta bersirkulasi pada semua bagiannya. Proses pelumasan serta pendinginan komponen akan terbantu.
  6. Bantalan peluru, berfungsi mengurangi gerakan gesek poros dan roda. Gesekan bisa memperlambat maupun mengurangi kecepatan beserta daya putar. Artinya harus dilambatkan agar daya putar dan kinerjanya menjadi optimal.
  7. Oli pelumas, tertampung pada wadah atau tempat khusus. Penampung akan memudahkan pemberian terkanan untuk oli sehingga bersirkulasi dengan baik. Setiap komponen akan mendapatkan pelumasan oli dengan maksimal.

Tips Pergantian Crankcase Sesuai Syarat Bengkel Resmi

Pergantian crankcase sepeda motor sering dilakukan karena mengalami pecah karena kecelakaan. Tapi sebenarnya tidak diperbolehkan mengganti sembarangan. Anda tetap diwajibkan melakukan pergantian crankcase dengan cara aman.

Khususnya jika patah atau pecah terjadi pada bak engkol bagian kirinya. Tentu dilengkapi dengan nomor mesin motor. Inilah alasannya dibutuhkan syarat khusus sehingga Anda bisa membeli dan memasang yang baru.

Anda disarankan datang langsung menuju bengkel resmi pabrikan motor. Selain itu perlu membawa fotocopy KTP sesuai dengan STNK. Ternyata baik STNK harus masih hidup dan perlu menunjukkan BPKB saat pemesanan.

Persyaratan tersebut kemudian akan dikirimkan langsung oleh bengkel menuju pabrik. Proses percetakan nomor mesin baru bisa dilakukan setelahnya. Nantinya bak mesin lama yang sudah mengalami kerusakan akan dihancurkan pabrik.

Tujuan menghancurkan crankcase sepeda motor yaitu agar tidak disalahgunakan nomor mesinnya. Nomor mesin yang ditambahkan pada crankcase baru sama dengan lamanya. Artinya tidak ditemukan perubahan identitas pada motor Anda.

Sebelumnya perlu Anda ketahui jika proses cetak nomor mesin mungkin membutuhkan waktu lama. Tidak heran jika bak mesin digolongkan sebagai suku cadang slow moving. Tentu membutuhkan inden sehingga perlu bersabar.

Umumnya saat melakukan pergantian harus menunggu paling cepat 1 bulan. Biasanya kecepatan pergantian tergantung kondisi maupun stok pabrik. Jika ingin menggantinya, Anda diwajibkan membayar 50% agar bisa diproses.

Karena tidak bisa dilakukan sembarangan pihak, perlu memastikan menuju bengkel resmi. Kualitas bahan dipastikan terpercaya serta bisa dipasangkan sekaligus. Jadi, dapat meminimalisir kerusakan pada crankcase sepeda motor Anda.

Continue Reading

Trending