Connect with us

Otomotif

Mengenal Propeller Shaft Mobil dari Fungsi dan Perawatannya

Published

on

Mengenal Propeller Shaft Mobil dari Fungsi dan Perawatannya

Propeller shaft mobil adalah salah satu dari berbagai komponen struktur penggerak dari sebuah kendaraan. Perannya begitu penting karena membantu sistem transmisi melakukan putaran dari transmisi sampai ke gardan.

Bentuknya seperti tabung logam dan saat kendaraan berjalan akan berputar-putar membawa tenaga pacu yang memindahkan energi dari mesin ke roda. Komponen ini sulit terlihat karena letaknya berada di balik perut.

Begini Fungsi Propeller Shaft Mobil

Komponen ini mempunyai berbagai fungsi penting, seperti mampu meredam getaran berlebihan. Pada saat sistem transmisi menyalurkan perputaran tersebut ke bagian gardan, potensi terjadinya getaran sangat tinggi, terutama di roda.

Dengan kehadiran suku cadang ini, membantu penumpang dan pengemudi tidak merasakan sama sekali kalau bagian tersebut sedang bergetar hebat. Terutama saat Anda memacu kendaraan dengan kecepatan lebih dari 100 kmj.

Propeller shaft mobil juga punya peranan penting lainnya, seperti mampu mengontrol, terjadinya perubahan jarak antara gardan serta transmisi. Hal tersebut dapat terjadi akibat akomodasi dari suspensi.

Ketika kendaraan melaju, ada begitu banyak faktor yang membuat ketinggiannya berubah-ubah. Suspensi menjadi salah satu bagian penting agar tetap stabil dari sinilah jarak transmisi dengan gardan terjadi.

Bila jarak keduanya sudah terlalu jauh maka konsekuensinya adalah kenyamanan dalam berkendara akan terganggu. Bukan hanya itu, kemungkinan terjadinya kerusakan pada drive train juga akan terjadi.

Sekedar informasi, kami menyebutkan bahwa propeller shaft mobil mampu transfer tenaga dari mesin ke roda, tetapi perannya sendiri lebih dari itu. Dalam proses perpindahan tersebut komponen tersebut juga menjaga kestabilannya.

Dengan begini pengemudi dapat menjalankan kendaraannya secara aman dan nyaman walaupun kecepatannya melebihi 100 kmj. Karena perannya sangat krusial, harap perhatikan dengan benar terutama soal perawatan agar minim kerusakan.

Begini Cara Merawatnya Agar Tidak Rusak

propeller shaft mobil merupakan bagian penting yang tidak boleh diremehkan, maka dari itu dalam proses perawatannya harus benar agar meminimalkan kerusakan

Kelancaran dalam berkendara dan membuat perjalanan aman dan nyaman menjadi tanggung jawab semua pengemudi. Oleh karena itu, Anda harus paham benar bagaimana cara merawatnya sejak sekarang.

Poin pertama yang perlu diperhatikan adalah soal kebersihan, terutama dari berbagai macam kotoran. Jadi bila ada lumpur, tanah, atau air menempel harap segera dibersihkan tanpa harus menunggu,

Kotoran tersebut sangat berbahaya bagi propeller shaft mobil karena mampu mengakibatkan bagian bearingnya karatan. Kalau sudah seperti ini, kemungkinan kerusakan tinggi sehingga mengganggu kenyamanan serta keamanan berkendara.

Sekedar informasi, kalau suku cadang ini sudah mengalami kerusakan, kemungkinan untuk menggantinya dengan baru tinggi. Apabila itu terjadi, maka bersiaplah untuk mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Perawatan komponen tersebut, jangan hanya berhenti di pembersihan rutin saja, tetapi lakukan beberapa hal sebagai berikut:

1. Cek Kondisi

Langkah perawatan selanjutnya adalah melakukan pengecekan kondisi dari propeller shaft mobil. Kami menyarankan setiap 10 ribu km Anda harus melihat beberapa bagiannya apakah sudah bengkok atau mungkin goyang.

Selanjutnya, cek juga di bagian center bearing, bila ada kerusakan harap langsung saja ganti baru. Hal tersebut bisa berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan ketika berkendara, bahkan memicu komponen lain rusak.

Selain itu coba juga cek pada baut-bautnya. Pastikan juga tetap dalam kondisi kencang dan jangan sampai kendor, oleh karena itu cobalah untuk memperhatikan setiap bagiannya secara detail.

2. Memberikan Pelumas

Perawatan selanjutnya adalah memberikan pelumas, usahakan melakukannya setiap 10 ribu km sekali. Pastikan pelumas tersebut harus mampu melapisi bearing secara keseluruhan, jangan sampai terlewat sama sekali.

Selain itu, pastikan juga slip joint, universal joint serta bagian center bearing juga harus dilumasi dengan baik. Jika kendaraan tersebut digunakan setiap hari dengan jarak cukup jauh, mungkin 5000 km.

Jadi jangan terpaku pada angka tersebut, lihat juga bagaimana kendaraan itu berjalan setiap harinya. Misalnya saja, Anda menggunakannya untuk bekerja, taksi online, atau hanya setiap week end.

Sistem melumasinya akan berbeda, maka dari itu ketika berada di bengkel silahkan untuk bertanya dengan jelas. Proses pelumasan menjadi langkah perawatan yang sangat penting dan dampaknya luar biasa bagi kendaraan.

3. Harus Sesuai Aturan

Sistem perawatan komponen propeller shaft mobil berikutnya adalah harus mengikuti aturan dengan baik. Artinya, saat mengendarainya sesuai dengan batas kecepatan saja, jangan berlebihan hingga 150 kmj.

Perlu diingat semakin kencang berkendara, maka getaran yang dihasilkan pasti lebih tinggi, sehingga potensi kerusakan juga meningkat maka dari itu, lebih baik hati-hati dan melaju sesuai aturan saja.

Selain itu, pada saat nanti berkendara harap memperhatikan juga muatannya. Jangan sampai berlebihan sekaligus perhatikan juga lintasan saat melaju, pastikan memilih jalan lurus dan minim berlubang.

Kecuali kalau kendaraan Anda memang sudah dikhususkan untuk off road, boleh saja memilih jalanan ekstrim. Walaupun kami tidak menyarankan menggunakannya terus-menerus karena potensi kerusakannya juga besar.

Komponen propeller shaft mobil menjadi sangat penting untuk diperhatikan, lakukan perawatannya dengan baik dan ketika mengalami kerusakan harap segera untuk diperbaiki agar saat melakukan perjalanan tetap merasa aman dan nyaman.

Continue Reading

Otomotif

8 Penyebab Suara Berisik dari Kap Mesin Mobil dan Solusinya

Published

on

8 Penyebab Suara Berisik dari Kap Mesin Mobil dan Solusinya

Penyebab suara berisik dari kap mesin mobil sering kali menjadi pertanyaan banyak pengemudi ketika tiba-tiba terdengar bunyi aneh saat kendaraan dijalankan. Meskipun terdengar sepele, suara berisik dari kap mesin bisa menandakan adanya masalah pada beberapa komponen penting kendaraan.

Jika dibiarkan, kerusakan bisa semakin parah dan berdampak pada performa mesin, bahkan keselamatan Anda saat berkendara. Supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan, yuk cek apa saja penyebab suara berisik dari kap mesin mobil di bawah ini.

Beberapa Penyebab Suara Berisik dari Kap Mesin Mobil

Pastikan Anda mengetahui apa saja penyebab suara berisik dari kap mesin mobil demi keamanan saat sedang berkendara. Yuk, langsung saja cek selengkapnya disini!

Berikut penyebab suara berisik dari kap mesin mobil yang harus Anda waspadai, yaitu:

1. Fan Belt atau Sabuk Serpentine yang Kendur

Salah satu penyebab suara berisik dari kap mesin mobil paling umum adalah fan belt atau sabuk serpentine yang kendor atau aus. Komponen ini berfungsi menggerakkan berbagai sistem seperti alternator, pompa air, dan AC.

Ketika fan belt mulai aus, biasanya akan terdengar suara melengking atau mencicit terutama saat mobil baru dinyalakan atau ketika Anda menyalakan AC. Kondisi ini disebabkan karena sabuk tidak mencengkram pulley dengan baik akibat permukaannya yang licin atau kendur.

Solusinya, Anda dapat memeriksa kondisi sabuk serpentine secara rutin. Jika sudah tampak retak atau tipis, segera ganti. Untuk pencegahan, lakukan penyetelan ketegangan sabuk secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.

2. Oli Mesin yang Sudah Kotor atau Kurang

Oli Mesin berfungsi melumasi seluruh komponen mesin agar tidak terjadi gesekan berlebihan. Namun, ketika volume oli berkurang atau kualitasnya menurun karena jarang diganti, mesin akan bekerja lebih keras dan menghasilkan suara kasar seperti ketukan halus atau gemeretak.

Bunyi ini biasanya muncul dari dalam blok mesin dan akan semakin terdengar ketika RPM meningkat. Jika dibiarkan, gesekan antar komponen logam bisa menyebabkan keausan serius bahkan kerusakan permanen pada piston atau crankshaft.

Untuk menghindari hal ini, Anda sebaiknya rutin memeriksa volume oli setiap 1.000 km dan menggantinya sesuai jadwal servis, biasanya setiap 5.000–10.000 km tergantung jenis oli dan kondisi pemakaian mobil.

3. Baut atau Komponen Longgar di Sekitar Mesin

Suara berisik dari kap mesin juga bisa disebabkan oleh komponen yang longgar, seperti baut penahan mesin, bracket alternator, atau dudukan knalpot bagian depan. Biasanya, bunyi yang dihasilkan berupa getaran logam atau ketukan ringan yang terdengar lebih jelas saat mobil melewati jalan bergelombang.

Meski terlihat sederhana, baut longgar bisa menjadi sumber gangguan yang serius. Getaran yang dibiarkan terus-menerus bisa membuat bagian lain ikut kendur, bahkan merusak dudukan mesin.

Sebaiknya, lakukan pengecekan visual di bengkel setiap kali melakukan servis rutin. Pastikan semua baut terpasang rapat dan tidak ada komponen yang bergeser dari posisi semula.

4. Masalah pada Bearing atau Pulley

Bearing dan pulley adalah bagian penting yang berfungsi membantu putaran sabuk di dalam mesin. Ketika salah satu bearing mulai aus, Anda akan mendengar suara berdengung atau mengerik yang konstan, bahkan ketika mobil dalam posisi diam dengan mesin menyala.

Kerusakan ini bisa terjadi karena pelumasan bearing yang kurang atau karena usia pemakaian yang sudah lama. Jika dibiarkan, bearing bisa macet dan mengganggu kinerja sistem seperti alternator atau pompa air.

Langkah terbaik adalah melakukan pemeriksaan di bengkel untuk memastikan sumber bunyi berasal dari pulley atau bearing tertentu. Biasanya mekanik akan memutar komponen secara manual untuk mendeteksi kelonggaran atau kekasaran putaran.

5. Sistem Knalpot Bocor

Bunyi berisik yang terdengar seperti desisan atau ledakan kecil bisa jadi berasal dari sistem knalpot yang bocor, terutama di area manifold atau sambungan pipa dekat mesin. Knalpot yang bocor bukan hanya menimbulkan suara mengganggu, tetapi juga bisa mengurangi performa mesin karena tekanan gas buang menjadi tidak stabil.

Kebocoran ini biasanya terjadi akibat karat, benturan, atau gasket yang rusak. Jika Anda mencium bau gas buang di dalam kabin atau mendengar suara kasar dari bawah kap mesin, segera bawa ke bengkel untuk diperiksa.

6. Injector dan Sistem Bahan Bakar Kotor

Penyebab suara berisik dari kap mesin mobil selanjutnya adalah injector dan sistem bahan bakar kotor. Hal ini disebabkan karena suplai bahan bakar yang tidak stabil, sehingga pembakaran di ruang mesin menjadi tidak sempurna.

Masalah ini biasanya muncul pada mobil yang jarang dibersihkan sistem bahan bakarnya atau sering menggunakan bahan bakar berkualitas rendah. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan cairan pembersih injektor atau melakukan servis injektor di bengkel resmi agar aliran bahan bakar kembali normal.

7. Timing Chain atau Tensioner Bermasalah

Jika suara yang terdengar berupa ketukan keras dari bagian dalam mesin, bisa jadi penyebabnya adalah timing chain atau tensioner yang aus. Komponen ini mengatur sinkronisasi antara putaran camshaft dan crankshaft.

Ketika tensioner melemah, rantai menjadi longgar dan menghasilkan bunyi logam saling berbenturan. Ini termasuk masalah serius yang memerlukan penanganan cepat, karena jika timing chain putus, bisa menyebabkan kerusakan fatal pada mesin.

8. Alternator atau Komponen Elektrik Lain yang Bermasalah

Alternator yang mulai rusak juga dapat menimbulkan suara mendengung tinggi dari area depan mesin. Biasanya suara ini muncul karena bearing alternator aus atau rotor di dalamnya tidak lagi berputar dengan sempurna.

Selain suara, tanda lain dari alternator bermasalah adalah lampu indikator aki yang menyala di dashboard atau tegangan listrik tidak stabil. Jangan menunda pemeriksaan karena jika alternator benar-benar mati, mobil bisa kehilangan daya listrik saat berkendara.

Itulah beberapa penyebab suara berisik dari kap mesin mobil yang bisa Anda tahu. Ingat, suara berisik dari kap mesin mobil tidak boleh dianggap sepele, karena bisa menjadi tanda awal adanya kerusakan pada sistem mekanis atau elektrik kendaraan Anda.

Continue Reading

Otomotif

Mengenal Viskositas Oli Mesin dan Bagaimana Cara Membacanya

Published

on

Mengenal Viskositas Oli Mesin dan Bagaimana Cara Membacanya

Jangan mengaku sebagai pecinta otomotif apabila Anda tidak memahami mengenai viskositas oli mesin. Istilah tersebut berkaitan dengan kekentalan dan kemampuan oli dalam mengalir serta berpengaruh pada kondisi operasional kendaraan.

Mungkin beberapa orang masih awam dengan istilah ini. Padahal pengaruhnya terhadap kendaraan sangatlah besar. Sehingga jika Anda memiliki kendaraan di rumah yang harus dirawat, sebaiknya pahami mengenai hal ini.

Mengenal Pengertian Viskositas Oli Mesin

Jangan mengaku sebagai pecinta otomotif apabila Anda tidak memahami mengenai pentingnya viskositas oli mesin karena pemilihannya tidak bisa asal

Pada dasarnya, Anda dapat menafsirkan istilah tersebut sebagai nilai kekentalan oli berdasarkan angka. Tidak perlu bingung karena seharusnya di setiap kemasan pasti akan ditemui angka-angka tersebut untuk menerangkan tingkat kekentalannya.

Angkanya pun nanti akan bervariatif sehingga memiliki arti masing-masing. Misalnya saja seperti semakin besar angkanya maka akan semakin tinggi juga tingkat kekentalannya. Selain itu oli sendiri merupakan cairan pelumas mesin.

Pelumas mesin dibutuhkan agar mesin tidak mudah berkarat serta menjaga suhunya. Biasanya setiap mobil akan disarankan menggunakan standar Viskositas tertentu. Sehingga beberapa kendaraan memang tidak bisa asal dalam memilih olinya.

Penggunaan viskositas oli mesin yang tepat akan membuat performa kendaraan Anda menjadi lebih terjaga. Berbeda jika asal-asalan dalam memilihnya, meskipun tidak terlihat dampaknya dalam jangka pendek, tetapi efek jangka panjang akan datang.

Oleh karena itu, memang penting memahami otomotif sampai ke detailnya bagi para pemilik kendaraan. Karena tentu saja siapapun ingin mobil atau motor kesayangannya awet tanpa mengalami kendala jangka pendek maupun jangka panjang.

Tetapi tahukah Anda bahwa kekentalan pada oli mesin juga terbagi menjadi dua jenis. Berikut ini adalah jenis kekentalannya :

1. Kekentalan Dinamis

Sesuai dengan namanya, oli mesin jenis ini viskositasnya dapat berubah-ubah atau dinamis. Nama lainnya adalah multi grade karena nilainya bisa berbeda tergantung pada suhunya baik rendah atau tinggi.

2. Kekentalan Tetap

Sedangkan jenis lainnya adalah yang tetap nilainya karena bertahan baik pada suhu tinggi maupun suhu rendah. Untuk jenis single grade seperti ini biasanya dapat Anda temukan dalam transmisi mobil.

Cara Membaca Arti Kode Viskositas Oli Mesin

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa akan ada angka atau kode pada setiap kemasannya yang menjelaskan kekentalan. Tetapi setiap huruf dan angka memiliki arti tersendiri seperti penjelasan di bawah ini :

1. Kode API

API merupakan singkatan dari American Petroleum Institute yang memiliki tugas untuk menentukan kualitas oli. API menggunakan 2 huruf tambahan di belakang kodenya seperti CH atau SN. Dua huruf itu juga menunjukkan atau memiliki arti.

Huruf pertama merupakan jenis kendaraannya. Sebagai contoh, kendaraan bahan bakar bensin maka olinya berkode S. Adapun jika kendaraannya memakai mesin diesel maka kode huruf pertamanya C.

Huruf kedua menunjukkan kualitas olinya, dimana jika semakin dekat huruf Z maka semakin bagus kualitasnya. Jadi jika melihat kode SN maka lebih bagus daripada kode SJ. Oleh karena itu mobil terbaru sebaiknya memakai kode huruf kedua paling mendekati Z.

2. Kode JASO

Kode viskositas oli mesin berikutnya adalah JASO atau Japanese Automotive Standard Association. Sesuai namanya, lembaga ini berasal dari Jepang serta dikhususkan untuk motor. Kode dari JASO juga memaki dua huruf, yaitu MA dan MB.

MB diperuntukan bagi motor matic serta skutik kopling kering. Daya gesek kode MB lebih rendah jika dibandingkan dengan MA. MA sendiri diperuntukan bagi motor berkopling basah seperti motor bebek dan motor sport.

3. Kode SAE

Dan terakhir ada SAE atau Society of Automotive Engineer, yaitu asosiasi yang mengatur standar internasional terkait viskositas oli mesin. Biasanya SAE ditulis memakai huruf dan angka seperti SAE 10W-40, SAE 5W-30.

Adapun misalnya 20W adalah petunjuk viskositas pada saat suhu dingin baik karena udara sekitar atau karena mesin baru menyala. Sementara W sendiri mengindikasikan winter dan semakin kecil angka sebelum W maka semakin encer olinya ketika di suhu dingin.

Di samping itu, dua angka setelah huruf W adalah tanda kekentalannya pada suhu tinggi. Apabila angka di belakang semakin kecil, maka olinya akan semain encer ketika di suhu tinggi. Sehingga terlihat bahwa kode ini juga menunjukkan jenis multi grade.

Tetapi, tersedia juga SAE single grade yang tentunya tidak mengalami banyak perubahan meskipun suhu berubah-ubah. Jenis seperti itu sanga cocok digunakan pada daerah dengan suhu stabil. Misalnya di Indonesia umumnya menggunakan SAE 10W-30 atau 15W-50.

Pentingnya Viskositas Oli pada Mesin

Dari beberapa pembahasan di atas seharusnya Anda sudah dapat melihat bahwa pemilihan viskositas oli mesin merupakan hal penting. Selain itu, terdapat juga pengaruh lain dari kekentalan oli terhadap mesin adalah seperti :

  • Semakin tinggi nilai kekentalannya maka jumlah putaran dan daya semakin berkurang
  • Semakin tinggi viskositasnya gaya tahanan olinya terhadap benda juga semakin besar

Oleh karena itu, pastikan menjaga kondisi mesin kendaraan agar tidak terjadi dampak negatif baik dalam waktu dekat atau jangka panjang. Pilihlah viskositas oli mesin yang tepat sehingga perawatan kendaraannya menjadi terjamin.

Continue Reading

Otomotif

Mengenal Crankcase Sepeda Motor yang Penting Pada Mesin

Published

on

Mengenal Crankcase Sepeda Motor yang Penting Pada Mesin

Mengenal komponen crankcase sepeda motor ternyata memiliki bagian penting yang wajib berada pada kendaraan Anda, karena berguna sebagai pelindung cadang lainnya.

Tapi sebenarnya tergolong sebagai komponen yang tidak terlalu banyak dikenali. Untuk Anda yang mengendarai motor, disarankan memahami dan mengenalinya lebih jauh. Termasuk berkenalan dengan bagian utama hingga tips menggantinya.

Mengenal Crankcase Sepeda Motor yang Penting Pada Mesin

Bagian crankcase sepeda motor memiliki manfaat penting untuk mesin karena melindungi sparepart. Jika ingin mengganti harus sesuai dengan standar.

Crankcase banyak dikenal sebagai bak mesin, bak engkol atau carter. Sebenarnya dikenali sebagai wadah minyak pelumas pada kendaraan roda dua. Konstruksi pada crankcase terdiri dari bagian bagian dengan baut tanam.

Supaya crankcase sepeda motor tidak bocor, terpasanglah gasket atau paking. Fungsinya penting karena akan dipasang berbagai bagian dalam mesin. Anda dapat menemukan crankshaft, kick starter, transmisi dan gear shaft.

Sementara itu, pada bagian bawahnya dilengkapi lubang pengeluaran minyak pelumas. Penutupnya baut tap yang kuat sehingga tidak mudah terlepas. Pada bak mesin sebenarnya dibedakan fungsinya berdasarkan dengan letaknya.

Misalnya left crank case, posisinya berdekatan dengan pedal transmisi. Pada bagian inilah dapat menemukan komponen oil pump. Ada juga right crank case dengan posisi dengan pedal rem pada bagian kanan.

Anda juga dapat menemukan left cover crankcase dan right cover crankcase. Untuk left cover sesuai namanya berposisi pada bagian kiri. Anda bisa menemukan generator atau magnet beserta spull atau rotor.

Sedangkan right cover crankcase sepeda motor letaknya sebelah kanan. Jika melepasnya, Anda bisa menemukan bagian clutch atau kopling. Bagian clutch terdiri dari dua jenis yaitu clutch primer dan clutch sekunder.

Kedua jenis clutch tentu memiliki manfaat atau fungsi khususnya pada sistem pemindah bagian. Setiap model kendaraan roda dua menggunakan tipe berbeda tergantung mesinnya. Kemudian bisa memberikan manfaat tepat pada motor.

Bagian Utama Dalam Crankcase Motor atau Bak Mesin

Bak engkol digunakan sebagai rumah bagian dalam dan terdiri dari berbagai komponen penting. Proses pembuatannya dengan pengecoran logam dari bahan die casting. Berikut berbagai komponen dalam crankcase sepeda motor:

  1. Generator, digunakan sebagai alternator mesin. Manfaatnya menjadi pembangkit daya tenaga listrik untuk motor Anda. Spull akan menghasilkan daya listrik bertegangan arus bolak balik dan diteruskan lewat kiprok sehingga searah.
  2. Poros engkol atau crankshaft, berguna sebagai pengubah gerak translasi atau vertikal horizontal menjadi gerak putar. Lalu diteruskan menuju sistem transmisi. Lalu dipakai roda gila atau flywheel sehingga motor bergerak.
  3. Kopling, berguna sebagai sistem transmisi agar pemindah tenaga mesin ke roda motor. Selain itu membantu putaran mesin serta meningkatkan kinerja transmisi. Bahkan menjadi penghubung dan pemutus putaran mesin ke transmisi.
  4. Gigi transmisi, komponen crankcase sepeda motor ini berguna mengatur kecepatan dan momentum putar. Motor membutuhkannya tergantung tingkat atau daya efisiensi kerja. Kecepatan optimal kendaraan dapat dimaksimalkan.
  5. Pompa oli atau oil pump, berguna sebagai penghisap oli bak penampungan. Selain itu memberi tekanan oli sehingga bergerak serta bersirkulasi pada semua bagiannya. Proses pelumasan serta pendinginan komponen akan terbantu.
  6. Bantalan peluru, berfungsi mengurangi gerakan gesek poros dan roda. Gesekan bisa memperlambat maupun mengurangi kecepatan beserta daya putar. Artinya harus dilambatkan agar daya putar dan kinerjanya menjadi optimal.
  7. Oli pelumas, tertampung pada wadah atau tempat khusus. Penampung akan memudahkan pemberian terkanan untuk oli sehingga bersirkulasi dengan baik. Setiap komponen akan mendapatkan pelumasan oli dengan maksimal.

Tips Pergantian Crankcase Sesuai Syarat Bengkel Resmi

Pergantian crankcase sepeda motor sering dilakukan karena mengalami pecah karena kecelakaan. Tapi sebenarnya tidak diperbolehkan mengganti sembarangan. Anda tetap diwajibkan melakukan pergantian crankcase dengan cara aman.

Khususnya jika patah atau pecah terjadi pada bak engkol bagian kirinya. Tentu dilengkapi dengan nomor mesin motor. Inilah alasannya dibutuhkan syarat khusus sehingga Anda bisa membeli dan memasang yang baru.

Anda disarankan datang langsung menuju bengkel resmi pabrikan motor. Selain itu perlu membawa fotocopy KTP sesuai dengan STNK. Ternyata baik STNK harus masih hidup dan perlu menunjukkan BPKB saat pemesanan.

Persyaratan tersebut kemudian akan dikirimkan langsung oleh bengkel menuju pabrik. Proses percetakan nomor mesin baru bisa dilakukan setelahnya. Nantinya bak mesin lama yang sudah mengalami kerusakan akan dihancurkan pabrik.

Tujuan menghancurkan crankcase sepeda motor yaitu agar tidak disalahgunakan nomor mesinnya. Nomor mesin yang ditambahkan pada crankcase baru sama dengan lamanya. Artinya tidak ditemukan perubahan identitas pada motor Anda.

Sebelumnya perlu Anda ketahui jika proses cetak nomor mesin mungkin membutuhkan waktu lama. Tidak heran jika bak mesin digolongkan sebagai suku cadang slow moving. Tentu membutuhkan inden sehingga perlu bersabar.

Umumnya saat melakukan pergantian harus menunggu paling cepat 1 bulan. Biasanya kecepatan pergantian tergantung kondisi maupun stok pabrik. Jika ingin menggantinya, Anda diwajibkan membayar 50% agar bisa diproses.

Karena tidak bisa dilakukan sembarangan pihak, perlu memastikan menuju bengkel resmi. Kualitas bahan dipastikan terpercaya serta bisa dipasangkan sekaligus. Jadi, dapat meminimalisir kerusakan pada crankcase sepeda motor Anda.

Continue Reading

Trending