14 Pasal Perdamaian, Impian Tak Terwujud (Part 2)

8 Januari 1918, dalam pidatonya di kongres Amerika, president Wilson menyebutkan 14 pasal sebagai syarat bagi terciptanya perdamaian dunia. 14 pasal tersebut merupakan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh sekiat 150 orang akademisi di Amerika yang dikenal dengan sebutan tim penyidik. Mereka berusaha untuk meneliti perkembangan sejarah dari berbagai negara di Eropa dan menggunakannya sebagai dasar dalam menyususun perjanjian damai. Apasajakah isi dari ke 14 pasal perdamaian tersebut, berikut ini penjelasannya.

14 Pasal Perdamaian Wilson

  • Dihapuskannya Perjanjian Rahasia

perang dunia pertama dapat terjadi karena berbagai faktor, salah satunya karena adanya perjanjian rahasia. Khususnya antara Jerman dan Austria, maupun Serbia dan Rusia, dengan adanya perjanjian rahasia, kira-kira apa yang akan terjadi ketika Austria dan Serbia saling berperang?. Negara-negara yang saling terikat oleh perjanjian tersebut tentu akan marah dan bergabung dengan sekutunya. Hasilnya perang yang sebenarnya merupakan urusan internal dari kedua negaranya ini justru semakin meluas ke sekutu-sekutunya hingga akhirnya berubah menjadi perang dunia pertama.

  • Kebebasan Berlayar Baik dalam Masa Damai Maupun Masa Perang

Dalam sejarah ada sebuah negara yang sering menjadi penguasa atas lautan. Negara itu adalah Inggris yang sangat terkenal akan angkatan lautnya, dengan angkatan lautnya Inggris berhasil menjadi penguasa atas lautan dan turut menguasai perdagangan dunia. Ketika ada yang berani berperang melawannya, Inggris dengan mudahnya membatasi negara tersebut dengan memblokade jalur perdagangannya, hal ini membuat akses pelayaran menjadi lebih terbatas. Terlebih, aksi ini juga menimbulkan reaksi dari Jerman yang memulai blokadenya sendiri dengan armada Uboatnya.

  • Menghilangkan Hambatan Ekonomi dan Perdagangan

Saat itu, perekonomian dunia masih dikendalikan oleh beragam kekuatan besar yang berasal dari Eropa. Mereka-mereka ini memiliki wilayah jajahan yang sangat besar, oleh karenanya berdagang dengan suatu negara besar sama artinya dengan mengakses semua komoditasnya di wilayah jajahanya. Namun bagi negara yang menunjukkan sikap kurang bersahabat, negara besar tersebut dapat menjalankan hambatan ekonomi bagi negara tersebut.

  • Mengakhiri Perlombaan Senjata

Eropa adalah sebuah benua yang penuh dengan konflik dimana berbagai negara saling bersaing untuk memperebutkan kejayaan. Karena persaingan tersebut, setiap negara di Eropa saling berlomba-lomba dalam meneliti dan menghasilkan berbagai penemuan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan kekuatan antar negara Eropa termasuk dalam hal kekuatan militer. Oleh karenanya perlombaan senjata ini harus segera dihentikan.

  • Kebebasan dalam Menentukan Nasib Sendiri bagi Koloni atau Wilayah Jajahannya

Perang dunia pertama adalah perang yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah. Ratusan tahun keberadaan dan kejayaan dari berbagai kekaisaran besar dunia harus berakhir akibat perang tersebut. Hancurnya berbagai kekaisaran besar tersebut memberikan jalan bagi munculnya berbagai negara baru di Eropa.

  • Wilayah Rusia harus Dikosongkan dan Diberikan Kebebasan untuk Memilih Perkembangan Politiknya Sendiri

Sesuai dengan perjanjian Brest Litovsk, Rusia yang sudah babak belur karena perang harus menyerahkan berbagai wilayahnya kepada negara-negara central. Perjanjian ini harus dibatalkan dan Rusia diberikan kebebasan untuk memilih perkembangan politiknya sendiri baik ingin tetap monarki atau mengubahnya.

  • Wilayah Belgia harus Dikosongkan dan Kedaulatan Negaranya Dijamin

Seperti yang kita ketahui, kekaisaran Jerman menyerang Prancis melalui Belgia. Hal ini menyebabkan mayoritas wilayah Belgia masih berada dibawah kendali Jerman, oleh karenanya Jerman diharuskan untuk segera mengosong wilayah tersebut.

  • Wilayah Prancis Dikosongkan dan Alsace Lorraine Harus Dikembalikan ke Prancis

Setelah menang dalam Franco Prussian War, negara Jermanpun terbentuk, Jerman langsung mengambil wilayah Prancis yang bernama Alsace Lorraine sebagai bagian dari rampasan perangnya. Sejak hilangnya wilayah tersebut, Prancis sangat ingin membalas dendam atas kekalahanya dan merebut kembali wilayahnya Alsace Lorraine.

  • Italia Mendapat Wilayah Baru dan Perbatasannya Diatur Kembali

Sebagai negara yang paling unik dalam perang dunia pertama, Italia mulanya adalah bagian dari Pakta Sentral bersama Jerman dan Austria. Negara baru yang menjadi tempat kelahiran dari Machiavelli ini berusaha menunggu dan mengamati keadaan sebelum memutuskan untuk bergabung. Ia ingin bergabung dengan pihak yang lebih kuat dalam perang sehingga kemungkinan menangnya akan lebih besar.

  • Masyarakat yang Tinggal di Wilayah Kekaisaran Austria Hungaria Diberikan Hak untuk Menentukan Nasibnya Sendiri

Kekaisaran Austria Hungaria merupakan kekaisaran kuno yang bersifat multi kultur dan berkuasa atas berbagai etnis dan wilayah. Perang dunia pertama membuat kekaisaran ini berakhir, ia digantikan oleh 4 negara baru yaitu Austria, Hungaria, Yugoslavia, dan Republik Ceko.

  • Romania, Serbia dan Montenegro Harus Dikosongkan dan Kedaulatan Wilayahnya Dijamin Secara Internasional

Dalam perang dunia pertama, akibat serangan dari kekuatan sentral, negara-negara ini berhasil dikalahkan dan wilayahnya dikuasai. Sesuai dengan 14 pasal perdamaian, wilayah tersebut harus dikosongkan kembali oleh kekuatan sentral.

  • Masyarakat di Wilayah Kesultanan Turki Diberikan Kebebasan dalam Menentukan Nasibnya Sendiri

Kesultanan Turki merupakan kerajaan yang pernah mencapai kejayaan dan mendominasi berbagai negara Eropa khususnya di daerah Balkan. Sekalipun demikian, akibat perang dunia pertama, kesultanan Turki yang berada di pihak yang salah harus berakhir. Setelah kesultanan itu hancur, wilayah Turki terpecah menjadi banyak negara seperti Turki Modern, Armenia, negara-negara Arab dan lainnya.

  • Polandia Dinyatakan Merdeka dan Diberikan Wilayah Sesuai dengan Persebaran Etnisnya

Pada abad pertengahan, Polandia dikenal sebagai salah satu negara adidaya. Sekalipun demikian, karena berbagai masalah, Polandia yang semakin tertinggal akhirnya terbagi-bagi diantara 3 negara. Pada pembagiannya pada yang ke 3, Polandia sebagai negara resmi berakhir dimana wilayahnya diserap oleh 3 negara yaitu Jerman, Austria Hungaria dan Rusia.

  • Pendirian Organisasi Bangsa-Bangsa

Woodrow Wilson ingin mendirikan organisasi bangsa bangsa yang bertujuan untuk saling mengakui dan menjamin kemerdekaan politik baik bagi negara besar maupun negara kecil dalam perjanjian damai. Hal tersebut diwujudkan dengan pendirian Liga Bangsa Bangsa atau LBB yang dikemudian hari akan menjadi Persekutuan Bangsa Bangsa atau PBB.

14 pasal perdamaian yang dipopulerkan dengan istilah perdamaian tanpa kemenangan mendapat reaksi yang sangat beragam. Untuk bangsa-bangsa yang masih terjajah atau belum merdeka seperti Indonesia, ide-ide mengenai kebebasan dalam menentukan nasib sendiri tentu sangat populer. Sedangkan bagi negara adidaya seperti Inggris dan Prancis yang memang memiliki banyak wilayah jajahan, ide tersebut dianggap terlalu ideal dan menggangu kepentingan mereka.

 

14 Pasal Perdamaian, Impian Tak Terwujud (Part 1)

Pada tahun 1918, dunia telah diguncang oleh perang besar yang seakan tidak ada akhirnya, di tahun yang sama sebuah surat kabar menuliskan Jerman meminta perdamaian sesuai dengan 14 point dari Wilson. Mungkin kamu bertanya siapakah Wilson dan bagaimana mungkin perang yang demikian besar ini bisa berakhir sesuai dengan syarat-syaratnya.

Untuk mengenalnya lebih dalam kita mungkin harus mempelajari sekilas tentang kehidupannya. Wilson adalah seorang tokoh yang pada masa mudanya pernah melihat arti dari peperangan, kemenangan, dan kekalahan. Ia pernah melihat bagaimana presiden dari konfederasi Amerika yang kalah dari perang saudara Amerika Serikat kembali ke wilayahnya sambil diborgol layaknya seperti pelaku kriminal.

Ia tumbuh dan berkembang dalam kondisi yang seperti itu, ayahnya adalah seorang pendeta sedangkan ia sendiri adalah seorang mantan pengajar dan presiden dari Princeton Univercity. Princeton Univercity, sebuah universitas yang sangat terpandang di Amerika Serikat, universitas ini banyak menghasilkan lulusan-lulusan ternama seperti Jeff Bezos dari perusahaan Amazon, Michael Porter sebagai ahli ekonomi, Michelle Obama yang merupakan istri dari Presiden Obama dan lain sebagainya.

Woodrow Wilson Sebagai Perancang 14 Pasal Perdamaian

Wilson yang kita bicarakan disini adalah Woodrow Wilson, ia adalah presiden Amerika Serikat yang ke 28. Kisah ini dimulai dengan suatu peristiwa yang dikenal sebagai telegram Zimmerman yang intinya Jerman meminta agar Meksiko berperang kembali dengan Amerika Serikat. Sayangnya, informasi ini diketahui oleh Inggris yang kemudian menunjukkannya dengan Amerika Serikat. Melihat hal itu, Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jerman dan mulai mempersiapkan diri.

Pada tanggal 8 Januari 1918, dihadapan seluruh kongres Amerika Serikat Wilson berjalan menuju podium dan bersiap membacakan pidatonya. Dalam pidatonya ia menceritakan bagaimana Jerman yang seringkali dianggap sebagai penjahat perang sekalipun, menunjukkan niatnya untuk mencapai perdamaian. Ia menyebut bagaimana perjanjian Brest Litovsk merupakan bukti bahwa Jerman beserta sekutunya serta Rusia telah berhasil mencapai perdamaian di front timur.

Namun bagi Woodrow Wilson, sebuah perjanjian damai yang didasarkan atas keinginan suatu pihak dengan memaksakan keinginannya terhadap pihak yang kalah hanya akan menunda konflik lainnya. Ia menyerukan kepada kongres bahwa perjanjian damai tidak dapat didasarkan pada prinsip nasionalisme suatu kalangan maupun keinginan tertentu dari suatu pihak.

Sebuah perjanjian damai katanya, hanya dapat didasarkan kepada prinsip keadilan, kebebasan dan kesetaraan pada semua pihak. Seperti yang mereka rasakan di Amerika Serikat, ia menyatakan Amerika Serikat bukan berperang untuk mengambil wilayah jajahan maupun bersaing dengan negara lainnya. Mereka hanya ingin menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih damai sebagai tempat untuk mereka tinggali.

Perkataan demi perkataan dalam pidatonya bukanlah tanpa alasan, sebagai seorang president dari sebuah negara yang bersikap isolasionis membujuknya untuk bergabung dalam suatu perang yang dianggap urusan negara lain tentu bukanlah suatu hal yang mudah. Dengan menyatakan perang, itu artinya suatu negara harus mengalihkan sebagian besar dari anggarannya untuk kebutuhan belanja militer. Padahal anggaran tersebut dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat lainnya seperti dengan membangun infrastruktur atau program-program kesehatan.

Namun karena insiden telegram Zimmerman, Amerika Serikat akhirnya memutuskan untuk berperang melawan Jerman. Lalu apa tujuan Amerika berperang?, menurut Wilson Amerika Serikat berperang demi memperjuangkan perdamaian dunis. Namun bagaimana caranya untuk mencapai perdamaian dunia?, menurut Wilson ada 14 syarat yang harus dipenuhi demi terciptanya dunia yang lebih damai. 14 syarat inilah yang akan dikenal sebagai 14 pasal perdamaian dari president Wilson. Dikemudian hari 14 pasal perdamaian akan menjadi dasar dari perjanjian damai yang kita kenal sebagai perjanjian Versailles. Apakah isi dari 14 pasal perdamaian itu?, simak informasinya di artikel part dua dari seri ini.