Connect with us

Kesehatan

Mengenal Bahaya Polutan Udara Toluena dan Cara Mencegahnya

Published

on

Mengenal Bahaya Polutan Udara Toluena dan Cara Mencegahnya

Polutan udara toluena merupakan senyawa organik yang sering ada dalam kehidupan sehari-hari terutama saat di rumah. Ciri-cirinya spesifik, yaitu mempunyai bau sangat khas, seperti sebuah cat.

Polutan ini sangat berbahaya, bila kandungannya terlalu banyak di hunian Anda akan menyebabkan berbagai macam penyakit. Oleh karena itu, kami sarankan untuk melindungi keluarga dari paparan senyawa ini.

Ini Sumber Polutan Udara Toluena

Polutan udara toluena menjadi salah satu senyawa berbahaya yang bisa mengancam kesehatan keluarga, sumber paparannya dari berbagai produk rumah tangga.

Sebelum masuk ke bagaimana cara mengatasinya, Anda harus tahu dulu sumber utamanya dari mana. Karena sangat dekat dan hampir setiap hari mungkin sudah terhirup tetapi tidak sadar.

Tanpa ada penyebab apa-apa, tiba-tiba saja sudah sakit dan cukup parah, tidak mau hal tersebut terjadi ke keluarga Anda bukan? Berikut ini pembahasan singkat dari mana asal toluena tersebut.

1. Cat Tembok

Polutan udara toluena bisa terjadi akibat senyawa kimia ini sering digunakan sebagai salah satu zat pelarut. Kemampuannya dalam melarutkan berbagai jenis pigmen serta resin, sehingga mempercepat cat tersebut kering.

Tidak heran bila hasil akhirnya sendiri ketika diaplikasikan sangat halus dan bagus. Ketika produk sudah dibuka, senyawa tersebut akan menguap, proses tersebut terjadi selama berminggu-minggu tergantung dari jenis dan ketebalannya.

Pada dasarnya semua produk memang punya kadar ini, hanya saja cat dengan kualitas rendah atau biasanya mempunyai tingkat toluena sangat tinggi. Ciri utamanya adalah ketika diaplikasikan akan lebih cepat mengering,

2. Bahan Perekat

Lem kayu merupakan salah satu produk yang dapat menyebabkan terjadinya paparan polutan udara toluena. Kondisi tersebut terjadi karena bahan ini digunakan untuk resin serta aditif untuk membentuk campuran.

Selain itu, zat ini juga dimanfaatkan sebagai salah satu pengawet demi mencegah pertumbuhan berbagai mikroorganisme ketika produk tersebut disimpan proses penguapan akan terjadi ketika terpapar suhu tinggi.

Penguapan pada produk tersebut dapat berlangsung sangat lama, tergantung dari kondisi lingkungan rumah. Ketika suhu tinggi atau tingkat kelembapannya besar kemungkinannya akan bertahan cukup lama sehingga berbahaya.

3. Asap Rokok

Polutan udara toluena juga sering ditemukan dalam kandungan asap rokok yang cukup berbahaya, bukan hanya itu saja masih banyak lagi. Maka dari itu, kami sarankan jangan merokok di dalam rumah.

Terlebih kalau kondisi rumah Anda tidak mempunyai cukup ventilasi udara, kondisinya akan lebih buruk. Bukan hanya toluena saja, melainkan masih ada banyak zat berbahaya lainnya terkandung didalamnya.

4. Karpet Sintetis

Sebagai catatan tidak semua produk karpet sintetis menggunakan zat berbahaya ini. Oleh karena itu, kami sarankan sebelum membeli harap perhatikan dulu, bagaimana kandungannya sehingga aman digunakan bersama keluarga.

Penggunaan toluena memang sering menjadi pilihan karena, bahan tersebut dapat mempercepat tahapan produksi. Tingkat penguapannya sangat cepat, sehingga proses pengeringannya pun juga sama memberikan efisiensi waktu dan biaya.

Ini Bahaya Polutan Udara Toluena

Ada beberapa dampak yang akan terjadi ketika Anda dan keluarga ketika terus terpapar zat berbahaya ini memang cukup banyak. Mulai dari rasa kelelahan, walau sudah istirahat tetapi rasanya lelah terus.

Kondisi tersebut sering terjadi ketika ada di rumah, bahkan dalam paparan konsentrasi tinggi membuat Anda mengalami kebingungan, gangguan koordinasi, bahkan sampai hilangnya kesadaran, selain itu efeknya juga ke bagian pernapasan.

Iritasi sering terjadi terutama pada bagian hidung, tenggorokan, sampai ke organ paru-paru. Ketika kondisinya terus terpapar bahkan dalam jumlah cukup besar membuatnya keracunan hingga mengancam nyawa.

Jika terus berkelanjutan terpapar polutan ini bisa menyebabkan berbagai macam gangguan sistem saraf. Mulai dari tremor sampai kesulitan untuk konsentrasi, bahkan menyebabkan gangguan reproduksi sampai lahir dalam keadaan cacat

Kasus terbesar dari paparan ini adalah menyebabkan terjadinya kanker, walaupun semua keluhan tersebut bukan semata-mata terjadi akibat toluena, hanya saja menjadi salah satu pemicu terbesar, sehingga harus diperhatikan.

Begini Cara Mencegahnya Secara Alami

Polutan udara toluena di lingkungan rumah memang sangat berbahaya, maka dari itu Anda harus mencegahnya sebelum keluarga terkena dampak buruknya. Pada dasarnya caranya tidak terlalu sulit atau rumit.

Poin utama adalah perbaikan ventilasi udara, ketika tidak ada celah untuk sirkulasi. Bisa saja berbagai polutan jahat akan berdiam di dalam dalam jangka waktu sangat lama dan jumlahnya semakin bertambah.

Maka dari itu, pikirkan benar penambahan ventilasi, pastikan semua ruangan kebutuhannya tercukupi, sehingga dapat mengurangi kandungannya di udara, atau menyimpannya jauh dari ruangan utama, dan saat mengambilnya memakai masker.

Cara lain yang dapat digunakan adalah menggunakan tanaman hias, seperti lidah mertua. Tanaman tersebut memang mempunyai kemampuan untuk menyerap berbagai jenis polutan dengan baik, sekaligus membuat udara segar.

Perawatannya sendiri cukup mudah, bahkan bila Anda menggunakan tanaman hias ini membuat dekorasi rumah terlihat cantik. Tempatkan di berbagai ruangan, mulai dari ruang tamu, keluarga, bahkan sampai kamar.

Polutan udara toluena menjadi salah satu senyawa berbahaya yang berdampak buruk pada kesehatan, oleh karena itu mulai sekarang perhatikan bagaimana cara mencegahnya agar keluarga tetap sehat.

Continue Reading

Kesehatan

Mitos dan Fakta Makanan Rendah Kalori: Pola Makan Sehat

Published

on

makanan rendah kalori

Makanan rendah kalori semakin populer belakangan ini, terutama di tengah gaya hidup sehat yang banyak diadopsi orang. Tren ini dipengaruhi oleh kesadaran akan manfaatnya untuk manajemen berat badan dan kesehatan jangka panjang. Namun, tak sedikit mitos yang beredar seputar makanan jenis ini, mulai dari klaim berlebihan sampai salah kaprah.

Penting bagi kita untuk membedakan fakta dari mitos agar bisa menjalani pola makan yang benar-benar sehat dan seimbang. Tanpa pemahaman yang tepat, bisa saja kita malah kehilangan nutrisi penting atau terjebak dalam kebiasaan makan yang kurang ideal.

Mitos Populer tentang Makanan Rendah Kalori

mitos makanan rendah kalori

Meski makanan rendah kalori semakin populer, beberapa mitos masih beredar dan dipercaya banyak orang. Akibatnya, banyak yang terjebak dalam pola makan kurang efektif atau bahkan merugikan kesehatan. Berikut beberapa mitos yang perlu diluruskan:

Makanan Rendah Kalori Tidak Bisa Mengenyangkan

Banyak orang berpikir bahwa mengurangi kalori berarti terus menerus kelaparan. Padahal, rasa kenyang tidak hanya ditentukan oleh jumlah kalori, melainkan juga kandungan serat, protein, dan volume makanan. Beberapa contoh makanan rendah kalori yang tinggi serat dan protein:

  • Sayuran hijau seperti brokoli atau bayam: tinggi serat, mengisi perut dengan cepat.
  • Telur rebus: sumber protein yang tahan lama di perut.
  • Oatmeal: mengandung beta-glukan, serat larut yang memperlambat pencernaan.

Kuncinya adalah memilih makanan dengan kepadatan nutrisi tinggi, bukan sekadar menghitung kalori.

Semua Camilan Rendah Kalori Otomatis Sehat

Tidak semua makanan berlabel “rendah kalori” benar-benar sehat. Beberapa produk justru mengandung:

  • Pemanis buatan yang bisa memicu craving gula.
  • Pengawet atau perasa tambahan untuk menjaga rasa dengan kalori minimal.
  • Lemak trans yang tersembunyi dalam bentuk minyak terhidrogenasi.

Contoh: Rice cake mungkin rendah kalori, tetapi jika ditambahkan topping manis atau garam berlebihan, manfaat sehatnya hilang. Lebih baik memilih camilan alami seperti:

  • Kacang almond (dalam porsi terkontrol).
  • Yoghurt tawar dengan potongan buah.

Rendah Kalori, Berat Badan Turun Secara Instan

Banyak yang berharap berat badan langsung turun drastis hanya dengan makan rendah kalori. Faktanya:

  • Tubuh butuh waktu beradaptasi dengan defisit kalori.
  • Penurunan berat badan yang terlalu cepat seringkali berasal dari air dan otot, bukan lemak.
  • Tanpa olahraga dan pola makan seimbang, metabolisme justru melambat (adaptive thermogenesis).

Contoh: Mengurangi 500 kalori per hari bisa menurunkan 0,5 kg per minggu, tetapi hasilnya bervariasi tergantung metabolisme dan aktivitas fisik.

Fakta Ilmiah Seputar Makanan Rendah Kalori

Makanan rendah kalori sering dianggap sebagai solusi instan untuk menurunkan berat badan atau menjaga kesehatan. Namun, klaim ini tidak sepenuhnya benar jika tidak didukung pemahaman ilmiah tentang nutrisi. Berikut beberapa fakta berdasarkan penelitian terbaru:

Peran Serat dan Protein Dalam Rasa Kenyang

Tubuh merespons makanan tidak hanya berdasarkan jumlah kalori, tetapi juga komposisi nutrisinya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa:

  • Serat larut (seperti inulin dan beta-glukan) menciptakan gel di usus, memperlambat pencernaan dan meningkatkan hormon kenyang (GLP-1 dan PYY).
  • Protein memicu pelepasan hormon kolesistokinin (CCK), yang mengurangi nafsu makan lebih lama dibanding karbohidrat.
  • Kombinasi keduanya dalam makanan rendah kalori (misalnya: oatmeal dengan kacang almond) meningkatkan kepuasan makan hingga 40% lebih lama daripada makanan berkalori sama namun rendah serat/protein.

Contoh makanan rendah kalori yang mengenyangkan:

  • Edamame (122 kcal/100g): Tinggi protein (11g) dan serat (5g).
  • Kubis brussel (43 kcal/100g): Mengandung 3,8g serat per porsi.

Label ‘Rendah Kalori’ Tidak Selalu Berarti Nutrisi Baik

Banyak produk olahan mengklaim “rendah kalori”, tetapi ternyata minim nutrisi. Berdasarkan analisis BPOM 2024, beberapa masalah umum meliputi:

  • Pemanis buatan (sukralosa, aspartam) yang dikaitkan dengan sugar craving dalam jangka panjang.
  • Pengurangan lemak sering diganti dengan tepung atau gula tambahan untuk memperbaiki tekstur.
  • Bahan pengisi seperti maltodekstrin meningkatkan indeks glikemik tanpa memberi manfaat nutrisi.

Yang perlu diperhatikan di label:

  • Pilih produk dengan daftar bahan sederhana (<5 bahan).
  • Pastikan mengandung serat (>3g/sajian) atau protein (>5g/sajian).

Penurunan Berat Badan yang Aman dan Realistis

Penelitian dari Kementerian Kesehatan RI (2025) menyatakan:

  • Defisit kalori ideal untuk penurunan berat badan sehat adalah 500–750 kcal/hari, menghasilkan penurunan 0,5–1 kg/minggu.
  • Penurunan drastis (>1,5 kg/minggu) berisiko kehilangan massa otot dan memperlambat metabolisme.
  • Kombinasi makanan rendah kalori dengan olahraga (150 menit/minggu) meningkatkan retensi otot hingga 30% dibanding diet saja.

Contoh pendekatan realistis:

  • Sarapan: Telur dadar dengan bayam (~200 kcal) + alpukat (50g).
  • Camilan: Greek yogurt tawar + beri (150 kcal).

Dengan memprioritaskan nutrisi utuh dan pola makan berkelanjutan, makanan rendah kalori bisa menjadi alat efektif—bukan sekadar trik cepat.

Manfaat Kesehatan dari Makanan Rendah Kalori

Memilih makanan rendah kalori bukan sekadar tentang menurunkan berat badan. Pendekatan ini juga memberi dampak positif bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh, dari mengurangi risiko penyakit hingga mendukung aktivitas sehari-hari.

Mengelola Berat Badan dan Menurunkan Risiko Penyakit

Makanan rendah kalori sering kali tinggi serat dan air, membuat Anda kenyang lebih lama tanpa asupan kalori berlebihan. Ini membantu menciptakan defisit kalori yang aman, sekitar 500-750 kkal/hari, sehingga berat badan turun perlahan tapi konsisten.

Manfaat lainnya:

  • Mengurangi risiko diabetes: Serat dalam sayuran dan biji-bijian memperlambat penyerapan gula darah.
  • Menjaga kesehatan jantung: Makanan seperti oatmeal dan edamame membantu menurunkan kolesterol LDL.
  • Mencegah kanker: Antioksidan dalam wortel, brokoli, atau beri melindungi sel dari kerusakan.

Penelitian terbaru menunjukkan, pola makan rendah kalori yang seimbang bisa menurunkan risiko penyakit kronis hingga 30%.

Mendukung Gaya Hidup Aktif dan Seimbang

Kunci energi tahan lama bukan dari kalori tinggi, melainkan nutrisi yang tepat. Makanan rendah kalori seperti:

  • Buah segar (semangka, kiwi) menyediakan vitamin C untuk stamina.
  • Protein tanpa lemak (ayam, tahu) membantu pemulihan otot setelah olahraga.
  • Sayuran hijau seperti bayam kaya zat besi untuk mencegah lemas.

Dengan mengombinasikannya, tubuh tetap mendapat bahan bakar optimal tanpa beban kalori berlebih. Cocok untuk yang rutin berolahraga atau bekerja dengan mobilitas tinggi.

Pentingnya Asupan Vitamin dan Mineral yang Cukup

Masalah umum dalam diet rendah kalori adalah kekurangan nutrisi esensial. Solusinya: fokus pada kepadatan gizi—makanan yang rendah kalori tapi kaya vitamin dan mineral. Contohnya:

  • Paprika merah: Vitamin C (128% kebutuhan harian per 100g) dengan hanya 31 kkal.
  • Kubis brussel: Vitamin K (137% kebutuhan harian) dan serat dalam 43 kkal.
  • Almond: Vitamin E dan magnesium (15% kebutuhan harian per 28g) sebagai camilan.

Pola makan rendah kalori yang dirancang dengan baik justru bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Asalkan tidak mengandalkan produk olahan yang miskin gizi.

Risiko dan Tantangan Konsumsi Makanan Rendah Kalori

Makanan rendah kalori sering dianggap sebagai solusi cepat untuk menurunkan berat badan. Namun, tanpa perencanaan yang matang, pola makan ini bisa menimbulkan risiko kesehatan serius. Mulai dari kekurangan nutrisi esensial hingga gangguan metabolisme, dampaknya bisa muncul dalam jangka pendek maupun panjang.

Risiko Kekurangan Nutrisi dan Metabolisme Melambat

Tubuh membutuhkan energi dan nutrisi yang cukup untuk berfungsi optimal. Diet sangat rendah kalori (kurang dari 1.200 kkal/hari) sering kali kekurangan:

  • Protein: Jika asupannya kurang, tubuh akan memecah otot untuk energi, bukan lemak.
  • Lemak sehat: Omega-3 dan omega-6 penting untuk hormon dan penyerapan vitamin (A, D, E, K).
  • Vitamin dan mineral: Zat besi, kalsium, dan vitamin B12 sering terabaikan dalam diet ketat.

Metabolisme juga bisa melambat karena tubuh masuk ke mode kelaparan. Saat asupan kalori terlalu rendah secara terus-menerus, tubuh akan menyesuaikan dengan membakar lebih sedikit energi. Akibatnya, penurunan berat badan justru semakin sulit.

Efek Samping: Batu Empedu, Sembelit, dan Lainnya

Diet ekstrem rendah kalori memicu beberapa masalah kesehatan yang jarang disadari:

  • Batu empedu: Penurunan berat badan cepat meningkatkan risiko pembentukan batu empedu karena ketidakseimbangan garam empedu.
  • Sembelit: Kurangnya serat dari sayuran, buah, atau biji-bijian utuh membuat pencernaan terganggu.
  • Kelelahan kronis: Tanpa kalori cukup, tubuh kesulitan mempertahankan energi untuk aktivitas harian.
  • Gangguan menstruasi: Wanita mungkin mengalami siklus tidak teratur atau bahkan amenore (berhenti haid).

Gejala lain termasuk rambut rontok, kulit kering, dan sulit berkonsentrasi.

Pentingnya Pengawasan Profesional dalam Diet Ekstrem

Mengurangi kalori secara drastis tanpa bimbingan ahli berisiko tinggi. Untuk itu penting mengikuti saran dari dokter atau ahli gizi, karena kehadiran mereka bisa membantumu dalam:

  • Menghitung kebutuhan kalori individual berdasarkan usia, jenis kelamin, aktivitas, dan kondisi kesehatan.
  • Memastikan kecukupan nutrisi dengan suplementasi atau pemilihan makanan yang tepat.
  • Memantau efek samping seperti lemas, pusing, atau gangguan pencernaan sebelum menjadi parah.

Contoh kasus: Seseorang dengan riwayat diabetes atau gangguan tiroid memerlukan pendekatan khusus. Tanpa pengawasan, diet rendah kalori bisa memperburuk kondisi.

Tips Memilih dan Mengonsumsi Makanan Rendah Kalori dengan Bijak

Memasukkan makanan rendah kalori ke dalam pola makan harian memang bisa membawa banyak manfaat, asalkan dilakukan dengan strategi yang tepat. Kesalahan umum seperti hanya mengikuti label “rendah kalori” atau tergoda produk instan justru berisiko pada kesehatan dan hasil yang tidak maksimal. Berikut panduan praktis agar Anda bisa lebih cermat serta mendapatkan manfaat optimal dari makanan rendah kalori tanpa terjebak mitos yang menyesatkan.

Cermati Komposisi & Label Gizi Produk

Setiap kali membeli makanan kemasan, perhatikan label gizi dan daftar bahannya. Banyak produk rendah kalori di pasaran yang sekilas tampak sehat, padahal mengandung bahan tambahan seperti pemanis buatan, sodium tinggi, atau lemak tersembunyi.

  • Baca dengan teliti: Pastikan Anda memahami takaran saji, kalori per porsi, serta kandungan utama seperti serat, protein, gula, dan lemak.
  • Daftar bahan sederhana: Pilih produk dengan daftar bahan seminimal mungkin, hindari bahan yang sulit dikenali atau punya banyak aditif.
  • Cek klaim “rendah kalori” secara objektif: Tidak semua yang berlabel rendah kalori otomatis sehat. Kadang kalori memang sedikit, tapi gula tambahan atau natriumnya malah tinggi.
  • Prioritaskan kandungan gizi penting: Idealnya, satu porsi makanan mengandung serat minimal 3 gram dan protein minimal 5 gram untuk menunjang rasa kenyang serta metabolisme.

Membiasakan baca label akan membantu Anda mengambil keputusan lebih cerdas di tengah banyaknya pilihan di pasaran.

Utamakan Bahan Alami dan Minim Pengolahan

Produk dengan sedikit proses pengolahan cenderung menjaga keutuhan nutrisi. Makanan alami juga minim risiko tambahan bahan aditif atau pengawet yang sering ada pada produk instan rendah kalori.

  • Pilih sayuran, buah segar, umbi-umbian, dan kacang-kacangan lokal sebagai bahan utama. Misalnya daun kelor, singkong, tempe, atau ubi.
  • Olahan minimal: Cara masak seperti kukus, panggang, atau tumis singkat dengan minyak sehat (zaitun, kanola) menjaga kandungan nutrisi tanpa menambah kalori berlebih.
  • Ganti camilan instan: Buat snack sendiri dari buah potong, salad, atau tempe panggang, bukan camilan kemasan berkadar garam/gula tinggi.
  • Manfaatkan produk fermentasi alami seperti tempe dan yogurt tawar untuk kesehatan pencernaan dan menambah variasi menu.

Semakin alami dan segar bahan makanan, semakin kecil kemungkinan Anda terjebak kalori tersembunyi atau kekurangan mikro-nutrien penting.

Kombinasikan dengan Pola Makan Seimbang dan Aktivitas Fisik

Agar manfaat makanan rendah kalori benar-benar terasa dan tidak hanya sekadar “trik” diet, penting sekali mengintegrasikannya secara seimbang dalam pola hidup sehari-hari.

  • Jangan hanya fokus kalori, tetapi juga kualitas gizi. Lengkapi menu Anda dengan protein tanpa lemak, biji-bijian utuh, dan beragam warna sayur-buah untuk asupan vitamin, mineral, dan antioksidan.
  • Atur porsi dengan cerdas: Bagi makan jadi 3-4 kali sehari dengan porsi lebih kecil, sehingga tubuh tetap mendapat energi stabil sepanjang hari.
  • Hindari skipping meals: Melewatkan makan justru memicu rasa lapar berlebihan dan risiko makan berlebihan pada waktu berikutnya.
  • Padukan dengan kebiasaan aktif: Lakukan olahraga 150 menit seminggu, cukup berjalan kaki atau senam ringan, untuk membantu metabolisme lebih lancar.
  • Gunakan prinsip mindful eating: Fokus saat makan, kunyah perlahan, dan dengarkan sinyal kenyang dari tubuh.

Kunci sukses gaya hidup sehat tidak hanya dari apa yang Anda pilih, tapi juga bagaimana Anda mengintegrasikan makanan rendah kalori ke rutinitas harian. Dengan langkah bijak, manfaatnya jadi lebih maksimal untuk jangka panjang.

Kesimpulan

Memahami mitos dan fakta tentang makanan rendah kalori membantu kita membuat keputusan yang lebih bijak untuk kesehatan jangka panjang. Meskipun makanan ini bermanfaat untuk manajemen berat badan dan mengurangi risiko penyakit kronis, penting untuk mengonsumsinya dengan cara yang seimbang. Jangan terjebak pada klaim tanpa dasar atau mengurangi kalori secara ekstrem tanpa mempertimbangkan kebutuhan nutrisi harian.

Konsultasikan dengan ahli gizi jika Anda ingin mengubah pola makan secara signifikan. Mereka bisa membantu merancang rencana yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan gaya hidup Anda. Dengan pendekatan yang tepat, makanan rendah kalori bisa menjadi bagian dari pola makan sehat tanpa mengorbankan vitalitas atau kebahagiaan.

Bagaimana pengalaman Anda dengan makanan rendah kalori? Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi? Mari berbagi di kolom komentar.

Baca Juga : Ketahui Inilah 9 Manfaat Meditasi Rutin untuk Kesehatan Anda

Continue Reading

Kesehatan

Inilah Jenis Ganggu Gerak Ataksia, Gejala hingga Pengobatannya

Published

on

Inilah Jenis Ganggu Gerak Ataksia, Gejala hingga Pengobatannya

Mungkin sebagian dari Anda banyak yang masih asing dengan ganggu gerak ataksia, padahal penyakit ini bisa dibilang cukup berbahaya. Penyakit satu ini dapat mengakibatkan anggota tubuh bergerak dengan sendirinya.

Atau bahkan justru sulit digerakkan, kondisi tersebut terjadi disebabkan karena kerusakan pada bagian otak. Yang bertugas untuk mengatur koordinasi gerakan otot, lantas bagaimana cara mengobatinya?

Pengertian dan Gejala Ganggu Gerak Ataksia

Gejala ganggu gerak ataksia cara pengobatan hingga jenisnya antara lain seperti ataksia genetic idiopatik serebelum atau otak kecil sensorik dan yang didapat.

Ataksia sendiri merupakan gangguan gerak dan juga keseimbangan tubuh yang disebabkan karena kelainan pada otak. Diakibatkan cedera atau penyakit cedera saraf, penyakit ini juga bisa diartikan sebagai.

Sekelompok gangguan saraf yang dapat memengaruhi keseimbangan, koordinasi gerak tubuh dan kemampuan membaca menulis serta berbicara. Gejala ganggu gerak ataksia ini bisa berkembang perlahan, bisa juga menyerang tiba-tiba.

Gejala umumnya meliputi kesulitan berjalan, gerakan yang tidak terkoordinasi dengan baik, langkah kaki tidak stabil atau mau jatuh. Gampang kelelahan meskipun hanya melakukan kegiatan yang sederhana.

Kesulitan dalam melakukan kegiatan sederhana, seperti menulis, makan atau memakai baju, Perubahan cara bicara, sulit menelan, gerakan bola mata yang tidak normal, penglihatan kabur atau ganda.

Tremor, sulit mengingat sesuatu yang barusan terjadi, sulit berpikir, emosi, penyakit ini bisa terjadi di beberapa area dalam saraf pusat. Berdasar lokasi kerusakannya, penyakit ini bisa menimbulkan gejala lain.

Jenis Ganggu Gerak Ataksia yang Perlu Diketahui

Ataksia sendiri ada berbagai macam jenisnya, sehingga untuk pengobatannya harus disesuaikan dengan jenisnya. Berikut ini beberapa jenis-jenis penyakit ataksia yang perlu diketahui, antara lain seperti:

1. Ataksia yang didapat

Kelompok ganggu gerak ataksia ini terjadi saat saraf tepi atau sumsum tulang belakang mengalami gangguan disebabkan cedera atau penyakit. Kondisi tersebut bisa berkembang dengan cepat dalam hitungan hari bahkan jam.

Beberapa penyebab ataksia ini adalah karena kondisi yang mengganggu asupan darah ke otak. Seperti perdarahan otak atau stroke, kanker atau tumor pada saraf tulang belakang maupun otak.

Penyakit autoimun, cedera kepala berat karena kecelakaan atau jatuh, penyalahgunaan NAPZA atau kecanduan alcohol. Infeksi bakteri di otak, infeksi virus yang dapat menyebar hingga ke otak.

Hipertiroid, sindrom paraneoplastik, Hidrosefalus, kurang vitamin B1, B12 dan vitamin E. lumpuh otak, overdosis atau efek samping obat-obatan tertentu seperti obat kemoterapi atau obat penenang.

2. Ataksia genetik

Ganggu gerak ataksia genetik ini turun dari orang tua, disebabkan karena terjadi kelainan pada gen tertentu. Yang mengakibatkan fungsi sel saraf pada tulang belakang dan otak jadi terganggu.

Akibatnya, sel saraf jadi mengalami kerusakan, ataksia genetik terbaik menjadi beberapa jenis. Pertama Ataksia spinoserebelar, kemudian ataksia episodik, lalu ada Friedreich, telangiektasia, ataksia serebelar bawaan serta penyakit Wilson.

3. Ataksia idiopatik

Ataksia idiopatik adalah kelompok yang belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, jadi tidak disebabkan mutasi gen. Penyakit atau cedera, tetapi diduga dipicu oleh kombinasi factor lingkungan dan genetik.

4. Ataksia serebelum atau otak kecil

Pada ataksia serebelum kerusakan terjadi pada otak kecil yang berperan di dalam koordinasi. Adapun gejalanya seperti perubahan suara, pusing, otot lemah, tremor, sulit berjalan, bicara cadel, berjalan dengan langkah lebar.

5. Ataksia sensorik dan vestibular

Ganggu gerak ataksia sensorik, kerusakan terjadi pada sistem saraf perifer atau saraf tulang belakang. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini antara lain mati rasa di tungkai, tidak bisa merasakan getaran.

Sulit menyentuh hidung dengan menutup mata, sulit berjalan di dalam cahaya redup serta langkah yang berat ketika berjalan. Sementara sensorik vestibular, terjadi pada sistem vestibular pada telinga bagian dalam.

Gejala yang ditimbulkan seperti pusing atau vertigo, mual dan muntah, gangguan penglihatan atau kabur. Sensasi seperti bergoyang ketika duduk atau berdiri serta sulit untuk berjalan lurus.

Pengobatan Ganggu Gerak Ataksia

Untuk pengobatannya sendiri disesuaikan dengan penyebabnya, bila disebabkan karena penyakit lain. Dokter akan atasi gangguan tersebut terlebih dulu, seperti memberikan suplemen vitamin, meresepkan acetazolamide serta menyarankan penderita.

Untuk menghindari faktor pemicu, seperti alcohol, stress serta kafein, sementara untuk mengatasi ganggu gerak ataksia episodic dokter akan memberikan obat antivirus atau antibiotic, hingga kini belum ada metode.

Yang bisa atasi ataksia akibat kelainan genetic, tetapi beberapa metode pengobatan bisa dicoba untuk meredakan gejalanya. Antara lain pemberian obat-obatan seperti baclofen dan tizanidine, suntik botox.

Gabapentin, bisa juga menggunakan alat bantu, pada penderita yang penyakitnya sulit disembuhkan. Dokter akan sarankan penggunaan alat bantu, seperti penyanggah atau tongkat untuk berjalan, alat bantu untuk berbicara.

Serta peralatan makan yang dimodifikasi, dokter juga bisa berikan kacamata prisma yang khusus untuk membantu penderita dengan penglihatan ganda. Selain itu dokter juga bisa melakukan terapi lain.

Seperti Fisioterapi, untuk membantu koordinasi dan juga untuk meningkatkan keleluasan penderita dalam bergerak. Kemudian terapi bicara, untuk tingkatkan kemampuan dalam menelan dan berbicara dan terapi okupasi.

Tidak hanya terapi, konsultasi dengan terapis atau bisa juga gabung dalam kelompok dengan kondisi yang sama. Tentunya bisa membantu penderita ganggu gerak ataksia untuk memahami kondisinya dan termotivasi untuk sembuh.

Continue Reading

Kesehatan

Penting Diketahui! 6 Tips Menjaga Kesehatan Anak di Musim Pancaroba

Published

on

Penting Diketahui! 6 Tips Menjaga Kesehatan Anak di Musim Pancaroba

Pada saat-saat tertentu, Indonesia mengalami pergantian musim. Pergantian musim tersebut dinamakan musim pancaroba. Di saat inilah banyak anak sakit sehingga aktivitasnya tak bisa berjalan dengan maksimal. Namun, tak perlu khawatir karena hal tersebut dapat dicegah dengan menerapkan tips menjaga kesehatan anak di musim pancaroba.

Salah satu tipsnya adalah menjaga pola makan anak. Selain itu, masih ada beragam tips lain yang dapat dilihat dalam ulasan berikut.

Tips Menjaga Kesehatan Anak di Pergantian Musim

Inilah beragam tips menjaga kesehatan anak di musim pancaroba agar tak mudah jatuh sakit!

Pergantian musim memang kerap membuat anak sakit sehingga orang tua menjadi khawatir. Namun, hal ini bisa dicegah dengan menerapkan beragam tips di bawah ini.

  • Menjaga Pola Makan

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pola makan anak. Pastikan anak memperoleh makanan dengan gizi seimbang setiap harinya. Makanan yang bergizi mampu membuat tubuh menjadi lebih kuat dan kebal penyakit.

Pastikan makanan tersebut telah dimasak dengan benar agar mikroorganisme berbahaya dapat mati tanpa mengurangi kandungan gizi di dalamnya. Hindari makanan dengan kandungan lemak yang tinggi dan jajanan manis. Pastikan juga anak cukup terhidrasi.

  • Ajarkan Cara Mencuci Tangan yang Benar

Banyak penyakit timbul akibat tangan yang kotor. Oleh sebab itu, anak perlu diajarkan cara cuci tangan yang benar, yaitu dengan sabun dan air mengalir hingga masuk ke sela-sela jari. Anda bisa mengajarkannya sembari cuci tangan bersama.

Selain itu, beri tahu kepada anak untuk mencuci tangan di saat-saat tertentu. Misalnya adalah setelah bermain di luar ruangan, buang air, menyentuh hewan, dan makan. Jangan lupa juga untuk memastikannya cuci tangan sebelum makan.

kebiasaan mencuci tangan memang perlu diajarkan sedini mungkin, sehingga mereka akan terbiasa hingga dewasa nanti.

  • Cukup Tidur

Tips menjaga kesehatan anak lainnya di musim pancaroba adalah tidur yang cukup setiap hari berdasarkan umurnya. Misalnya, anak berusia 6 hingga 13 tahun perlu tidur antara 9 sampai 11 jam.

Dengan tidur, tubuh akan memperoleh waktu yang cukup untuk meregenerasi sel-sel imunitas sehingga dapat berfungsi dengan semestinya. Selain itu, tubuh juga akan memperoleh waktu untuk beristirahat sehingga anak akan mendapatkan energi baru untuk menjalani aktivitas sesudah bangun.

  • Ajak Anak Beraktivitas Fisik

Anak bisa diajak untuk melakukan beragam aktivitas fisik secara teratur, seperti bersepeda atau jalan kaki di taman bersama. Jika tak memungkinkan, Anda bisa mengajaknya bermain permainan yang melibatkan fisik. Contohnya adalah gobak sodor atau petak umpet.

Aktivitas fisik dapat membawa banyak manfaat bagi anak termasuk kesehatannya. Misalnya adalah meningkatkan metabolisme, menguatkan tulang dan otot, hingga membuat anak tak cepat sakit.

  • Beri Vaksin

Vaksin berguna untuk menjaga tubuh sehingga tak mudah sakit. Oleh sebab itu, Anda perlu memberi vaksin kepada anak selengkap mungkin. Dengan demikian, anak tetap dapat beraktivitas secara semestinya meskipun di musim pancaroba.

Daftar vaksin yang diperlukan oleh anak dapat ditanyakan kepada dokter setempat. Anda juga bisa meminta kartu khusus untuk memudahkan pelacakan dan pemberian vaksin kepada anak.

  • Jaga Kebersihan

Tips terakhir yang bisa diterapkan adalah menjaga kebersihan lingkungan. Misalnya dengan menyapu dan mengepel area rumah serta mengganti seprai kasur secara rutin. Ajarkan anak juga untuk menjaganya agar ia terbiasa dan dapat memahami pentingnya kebersihan bagi kesehatan tubuh.

Beragam tips menjaga kesehatan anak dapat langsung Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga anak tetap dapat sehat dan beraktivitas dengan semestinya, terutama di musim pancaroba.

Continue Reading

Trending