Otomotif
8 Penyebab Suara Berisik dari Kap Mesin Mobil dan Solusinya
Penyebab suara berisik dari kap mesin mobil sering kali menjadi pertanyaan banyak pengemudi ketika tiba-tiba terdengar bunyi aneh saat kendaraan dijalankan. Meskipun terdengar sepele, suara berisik dari kap mesin bisa menandakan adanya masalah pada beberapa komponen penting kendaraan.
Jika dibiarkan, kerusakan bisa semakin parah dan berdampak pada performa mesin, bahkan keselamatan Anda saat berkendara. Supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan, yuk cek apa saja penyebab suara berisik dari kap mesin mobil di bawah ini.
Beberapa Penyebab Suara Berisik dari Kap Mesin Mobil
Berikut penyebab suara berisik dari kap mesin mobil yang harus Anda waspadai, yaitu:
1. Fan Belt atau Sabuk Serpentine yang Kendur
Salah satu penyebab suara berisik dari kap mesin mobil paling umum adalah fan belt atau sabuk serpentine yang kendor atau aus. Komponen ini berfungsi menggerakkan berbagai sistem seperti alternator, pompa air, dan AC.
Ketika fan belt mulai aus, biasanya akan terdengar suara melengking atau mencicit terutama saat mobil baru dinyalakan atau ketika Anda menyalakan AC. Kondisi ini disebabkan karena sabuk tidak mencengkram pulley dengan baik akibat permukaannya yang licin atau kendur.
Solusinya, Anda dapat memeriksa kondisi sabuk serpentine secara rutin. Jika sudah tampak retak atau tipis, segera ganti. Untuk pencegahan, lakukan penyetelan ketegangan sabuk secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.
2. Oli Mesin yang Sudah Kotor atau Kurang
Oli Mesin berfungsi melumasi seluruh komponen mesin agar tidak terjadi gesekan berlebihan. Namun, ketika volume oli berkurang atau kualitasnya menurun karena jarang diganti, mesin akan bekerja lebih keras dan menghasilkan suara kasar seperti ketukan halus atau gemeretak.
Bunyi ini biasanya muncul dari dalam blok mesin dan akan semakin terdengar ketika RPM meningkat. Jika dibiarkan, gesekan antar komponen logam bisa menyebabkan keausan serius bahkan kerusakan permanen pada piston atau crankshaft.
Untuk menghindari hal ini, Anda sebaiknya rutin memeriksa volume oli setiap 1.000 km dan menggantinya sesuai jadwal servis, biasanya setiap 5.000–10.000 km tergantung jenis oli dan kondisi pemakaian mobil.
3. Baut atau Komponen Longgar di Sekitar Mesin
Suara berisik dari kap mesin juga bisa disebabkan oleh komponen yang longgar, seperti baut penahan mesin, bracket alternator, atau dudukan knalpot bagian depan. Biasanya, bunyi yang dihasilkan berupa getaran logam atau ketukan ringan yang terdengar lebih jelas saat mobil melewati jalan bergelombang.
Meski terlihat sederhana, baut longgar bisa menjadi sumber gangguan yang serius. Getaran yang dibiarkan terus-menerus bisa membuat bagian lain ikut kendur, bahkan merusak dudukan mesin.
Sebaiknya, lakukan pengecekan visual di bengkel setiap kali melakukan servis rutin. Pastikan semua baut terpasang rapat dan tidak ada komponen yang bergeser dari posisi semula.
4. Masalah pada Bearing atau Pulley
Bearing dan pulley adalah bagian penting yang berfungsi membantu putaran sabuk di dalam mesin. Ketika salah satu bearing mulai aus, Anda akan mendengar suara berdengung atau mengerik yang konstan, bahkan ketika mobil dalam posisi diam dengan mesin menyala.
Kerusakan ini bisa terjadi karena pelumasan bearing yang kurang atau karena usia pemakaian yang sudah lama. Jika dibiarkan, bearing bisa macet dan mengganggu kinerja sistem seperti alternator atau pompa air.
Langkah terbaik adalah melakukan pemeriksaan di bengkel untuk memastikan sumber bunyi berasal dari pulley atau bearing tertentu. Biasanya mekanik akan memutar komponen secara manual untuk mendeteksi kelonggaran atau kekasaran putaran.
5. Sistem Knalpot Bocor
Bunyi berisik yang terdengar seperti desisan atau ledakan kecil bisa jadi berasal dari sistem knalpot yang bocor, terutama di area manifold atau sambungan pipa dekat mesin. Knalpot yang bocor bukan hanya menimbulkan suara mengganggu, tetapi juga bisa mengurangi performa mesin karena tekanan gas buang menjadi tidak stabil.
Kebocoran ini biasanya terjadi akibat karat, benturan, atau gasket yang rusak. Jika Anda mencium bau gas buang di dalam kabin atau mendengar suara kasar dari bawah kap mesin, segera bawa ke bengkel untuk diperiksa.
6. Injector dan Sistem Bahan Bakar Kotor
Penyebab suara berisik dari kap mesin mobil selanjutnya adalah injector dan sistem bahan bakar kotor. Hal ini disebabkan karena suplai bahan bakar yang tidak stabil, sehingga pembakaran di ruang mesin menjadi tidak sempurna.
Masalah ini biasanya muncul pada mobil yang jarang dibersihkan sistem bahan bakarnya atau sering menggunakan bahan bakar berkualitas rendah. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan cairan pembersih injektor atau melakukan servis injektor di bengkel resmi agar aliran bahan bakar kembali normal.
7. Timing Chain atau Tensioner Bermasalah
Jika suara yang terdengar berupa ketukan keras dari bagian dalam mesin, bisa jadi penyebabnya adalah timing chain atau tensioner yang aus. Komponen ini mengatur sinkronisasi antara putaran camshaft dan crankshaft.
Ketika tensioner melemah, rantai menjadi longgar dan menghasilkan bunyi logam saling berbenturan. Ini termasuk masalah serius yang memerlukan penanganan cepat, karena jika timing chain putus, bisa menyebabkan kerusakan fatal pada mesin.
8. Alternator atau Komponen Elektrik Lain yang Bermasalah
Alternator yang mulai rusak juga dapat menimbulkan suara mendengung tinggi dari area depan mesin. Biasanya suara ini muncul karena bearing alternator aus atau rotor di dalamnya tidak lagi berputar dengan sempurna.
Selain suara, tanda lain dari alternator bermasalah adalah lampu indikator aki yang menyala di dashboard atau tegangan listrik tidak stabil. Jangan menunda pemeriksaan karena jika alternator benar-benar mati, mobil bisa kehilangan daya listrik saat berkendara.
Itulah beberapa penyebab suara berisik dari kap mesin mobil yang bisa Anda tahu. Ingat, suara berisik dari kap mesin mobil tidak boleh dianggap sepele, karena bisa menjadi tanda awal adanya kerusakan pada sistem mekanis atau elektrik kendaraan Anda.