Trending

Serangan Houthi Laut Merah, AS Tuduh Iran Ikut Andil

Published

on

Berbagai serangan Houthi Laut Merah telah menyebar beritanya ke seluruh dunia. Apalagi bertambah buruk karena Amerika Serikat menyebutkan keterlibatan Irak. Milisi Houthi sendiri memang menyerang kapal yang melintasi Laut Merah.

Informasi ini dibeberkan oleh intelijen yang menunjukkan keterlibatan Iran. Klaim tersebut diberikan karena dianggap memberikan dukungan senjata hingga intelijen taktis. Berbagai aksi ini sendiri masih belum dihentikan.

Kecurigaan AS Terhadap Iran Atas Serangan Houthi Laut Merah

Intelijen Amerika Serikat menyebutkan keterlibatan besar Iran terhadap rencana penyerangan Houthi. Pastinya menyebabkan pemerintah AS cukup marah. Terlebih dengan keadaan perang yang sedang terjadi antara Israel-Palestina. Faktanya serangan Houthi Laut Merah memang dilakukan secara konsisten. Tentu karena materi jangka panjang dari Iran juga menjadikannya sulit dikalahkan. Termasuk karena adanya dorongan untuk tindakan destabilisasi dari Houthi.

Pihak AS sendiri menyebutkannya sendiri tantangan bersifat internasional. Kemudian berusaha mencari atau menentukan tindakan kolektif yang sesuai. Bahkan AS terus melakukan analisis berdasarkan penyerangan yang dilakukan. Analisis yang dilakukan secara visual telah berhasil menunjukkan penggunaan drone Iran dan Yaman. Khususnya karena drona KAS-04 milik Iran sama dengan milik Houthi. Setiap fitur yang digunakan ternyata juga sama.

Sebenarnya serangan Houthi Laut Merah sendiri telah dilakukan dalam beberapa waktu. Tidak heran jika puluhan kapal serangan drone maupun rudal terhadap kapal membesar. Tapi serangan ini tidak dilakukan secara sembarangan. Melainkan berusaha menyasar kapal yang berbendera Israel. Selain itu jika memiliki afiliasi atau hubungan dengan Israel juga akan dihentikan.

Hal ini sekaligus menjadi bentuk dukungan militan di Yaman terhadap Palestina. Houthi sendiri merupakan kelompok pemberontak dan koalisinya yang dipimpin Saudi Arabia. Tentu sudah berperang sejak 2014 karena perang di Yaman. Tidak heran munculnya perang Gaza akhirnya memberikan dukungan pada Palestina.

Aksi Houthi Dianggap Menjadi Bentuk Dukungan Terhadap Palestina

Aktivitas serangan Houthi Laut Merah tidak akan mereda sama halnya seperti perang Israel-Palestina. Terlebih Israel masih terus membombardir warga Gaza tanpa henti. Belum lagi memperoleh dukungan dari berbagai negara sekutunya. Sebenarnya sebelum perang ini bergejolak, militan Yaman sering menyerang wilayah tersebut. Karena serangan inilah membuat Benjamin Netanyahu selaku Perdana Menteri Israel ketar ketir. AS sebagai pendukungnya juga merasa khawatir.

Tidak heran jika kemudian berusaha untuk membentuk koalisi terbaru dengan dukungan 10 negara. Hal ini sengaja dilakukan untuk menghentikan serangan militan. Meski begitu sepertinya tidak akan semudah itu dilakukan. Apalagi banyak negara lain yang tidak mendukung berlabuhnya kapal Israel. Tentu memiliki tujuan yang sama yakni penolakan genosida zionis. Operasi angkatan Laut Yaman ini hanya ditujukan untuk Israel dan pendukungnya.

Wajar apabila serangan Houthi Laut Merah tidak mengkhawatirkan bagi negara yang mendukung Palestina. Operasi ini masih terus dilakukan sebagai dorongan agar Israel menghentikan agresinya. Termasuk agar tidak mengepung lagi Gaza. Houthi menyebutkan jika dunia harus mampu mengambil posisi atas serangan Israel. Bahkan tidak boleh membiarkan sampai melewati batas yang diharuskan. Termasuk berkaitan dengan batasan nilai maupun kesucian secara manusiawi.

Selain itu memperingatkan agar konflik Israel-Palestina tidak berlanjut. Tidak ketinggalan memberi pelarangan agar tidak mendukung Israel. Apalagi dengan koalisi internasional pimpinan AS yang berusaha menghadapi militan Yaman. Faktanya pelarangan sejenis telah dilakukan di negara lain termasuk Malaysia walaupun tidak sampai menyerang. Bedanya Yaman benar-benar melakukan pelarangan total. Tujuannya agar Israel dan sekutunya tidak menganggap remeh.

Serangan Houthi Ternyata Mengakibatkan Kenaikan Harga Minyak

Serangan Houthi Laut Merah bagi Amerika Serikat dan Israel tentunya besar. Apalagi kedua negara ini kehilangan jalur untuk menghubungkan dan menyalurkan kebutuhan perang. Ketegangan ini sebenarnya menyebabkan kenaikan harga minyak. Sebelumnya Angola memutuskan keluar dari OPEC sehingga muncul pertanyaan tentang efektivitas kelompok ini. Khususnya dalam rangka dukungan terhadap harganya. Minyak mentah Brent dan WJI berjangka naik melebihi 4%.

Bahkan dalam satu pekan terakhir terus meningkat dan kemungkinan besar akan bertambah. Dukungan risiko geopolitik ternyata menyebabkan kenaikan tersebut. Termasuk karena terdapat potensi gangguan operasi pengiriman jalur laut. Karena serangan Houthi Laut Merah, banyak perusahaan pengiriman menghindari wilayah tersebut. Apalagi jika termasuk kapal komersial yang punya hubungan dengan Israel. Pastinya dipastikan akan diserang dan dihentikan oleh Houthi.

Kelompok Houthi faktanya memang didukung Iran dalam penyerangan tersebut. Sebelumnya serangan membesar karena menjadi respon atas agresi militer Israel. Perusahaan ekspedisi dunia kemudian berusaha mencari rute kapal lainnya. Karena masalah inilah kemudian biaya tambahan karena peralihan rute muncul. Serangan ini menyebabkan perdagangan 12% dunia terhenti. Tapi karena tidak dapat terpasok, harga minyak meningkat dan di prediksinya terus membesar.

Keluarnya Angola sebenarnya disebutkan sebagai salah satu penyebab utama karena memprotes OPEC. Khususnya karena pengurangan kuota produksi Angola untuk 2024. Bahkan di prediksi akan menyebabkan perpecahan. Berdasarkan serangan yang dilakukan menuju kapal berafiliasi Israel, tentu terus dipertegas. Apalagi melihat korban jiwa serangan Israel yang mencapai 20 ribu jiwa. Jadi, serangan Houthi Laut Merah masih terus berlanjut.

Trending

Exit mobile version