Sports
Mengenal Gaya Tolak Peluru Olahraga Atletik Mengandalkan Lemparan
Gaya tolak peluru menjadi hal dasar perlu dipelajari ketika Anda ingin melakukan olahraga satu ini. Tolak peluru merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang dipertandingkan di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
Tolak peluru atau shot put memang tidak termasuk jenis olahraga populer dan disukai banyak orang. Biasanya juga tidak umum dimainkan, sebab membutuhkan lapangan khusus serta lokasi yang steril karena menggunakan bola peluru sebagai alat peraganya.
Namun, shot put merupakan jenis olahraga yang bagus bagi kesehatan karena membantu memperkuat lengan, pinggang, dan kaki. Bagi yang mau mencoba shot put, ada baiknya kenali gaya lemparan dan peraturannya.
3 Gaya Tolak Peluru yang Perlu Dikuasai
Shot put merupakan olahraga dengan gerakan menyalurkan tenaga sehingga memberikan daya dorong ke peluru atau bola sehingga benda tersebut memiliki kecepatan. Bola akan didorong dengan tangan ke arah tujuan, kemudian diukur seberapa jauh lemparannya.
Tolakan bola akan berfokus pada pergelangan tangan dan diperoleh dari gerakan meluruskan siku. Untuk berat bola digunakan ukuran berbeda, senior putra menggunakan bola seberat 7,257 kg dan putri 4 kg. Sedangkan junior putra berat bola 5 kg dan putri 3 kg. Dalam melakukan lemparan atau tolakan, digunakan 3 gaya dasar berikut:
1. Ortodoks
Ortodoks adalah gaya tolak peluru yang dilakukan dengan awalan menyamping dan bola dipegang menggunakan dua tangan. Tangan kanan di atas bahu sedangkan tangan kiri memegang bagian atas bola. Kemudian bola ditolakkan menggunakan satu tangan (tangan kanan) ke arah area tujuan lemparan.
2. Glide
Gaya Gride ini disebut juga O’Brien, yaitu gaya tolakan yang diperkenalkan oleh Parry O’Brien. Pemain harus melakukan gerak setengah putaran terlebih dahulu sebelum melontarkan bola.
Gaya ini dikenal juga dengan nama gaya belakang. Sebab pemain akan menggunakan awalan membelakangi lapangan, lalu mundur dan melemparkan bola.
Gaya O’Brien ini lebih banyak digunakan, sebab membuat tolakan bisa lebih jauh. Utamanya para atlet di kejuaraan akan memilih lemparan Glide dibandingkan 2 lainnya.
3. Spin
Gaya tolak peluru berikutnya adalah spin atau berputar, mulai populer di tahun 1972 dan diperkenalkan oleh Alexander Baryshnikov.
Lemparan dilakukan dengan memulai ancang-ancang dari dalam atau luar lingkaran, kemudian pemain berputar 360 derajat, baru berhenti dan melakukan lemparan. Dengan mengandalkan putaran ini, kecepatan lemparan akan meningkat sehingga tolakan bisa mendarat lebih jauh.
Peraturan dalam Olahraga Tolak Peluru
Dalam bermain shot put, menguasai gaya tolak peluru saja tidak cukup. Anda perlu memahami aturan dasarnya juga, agar tidak salah dalam melakukan gerakan dan bisa mengikuti turnamen. Untuk peraturan dasarnya ada 5 hal penting perlu diingat, yaitu:
1. Pemain Bisa Masuk Lingkaran Lempar dari Segala Arah
Dalam olahraga shot put, pemain harus melemparkan bola dari lingkaran tolakan. Pemain bisa masuk ke dalam lingkaran dari berbagai arah tergantung dari jenis gaya tolakan dipilih.
Pemain bisa mengambil ancang-ancang dari luar lingkaran, kemudian masuk dalam lingkaran dan melakukan tolakan. Bisa melangkahi atau berhenti di atas papan stop depan lingkaran. Setelah selesai melempar, pemain keluar dari bagian belakang lingkaran lempar.
2. Tolakan harus Diletakkan di Dekat Leher atau Dagu
Meskipun terdapat berbagai gaya tolak peluru untuk melakukan tolakan, tapi pemain harus meletakkan atau memulai tolakan dengan bola berada di dekat leher atau dagu. Tidak boleh melakukan lemparan dari belakang garis bahu atau dianggap gagal.
Tangan tidak boleh jatuh di bawah posisi ini ketika aksi melempar. Meskipun pemain akan memalingkan wajah ketika melakukan aksi dan meninggalkan celah antara tolakan dengan leher maupun dagu, asalkan tangan tidak jatuh tetap dianggap sah.
3. Tolakan Diselesaikan dalam Lingkaran
Meskipun pemain bisa mengambil ancang-ancang dari bagian luar lingkaran lempar, tapi tetap harus menyelesaikannya dalam lingkaran. Pemain harus memulai lemparan dari posisi diam dalam lingkaran dengan kedua kaki berada dalam lingkaran.
Saat melakukan tolakan, pemain hanya diperbolehkan menggerakkan tangan atau lengan. Setelah melakukan tolakan, kaki tidak boleh mendarat di luar lingkaran. Jika mendarat di luar lingkaran akan dianggap gagal.
4. Pemain Tidak Boleh Menyentuh Bagian Atas Papan Stop
Di bagian depan lingkaran lempar terdapat titik stop atau berhenti. Pemain boleh menginjak papan ini ketika hendak melempar, tapi tidak boleh melewatinya. Begitupula saat mendarat setelah melakukan tolakan.
Gaya tolak peluru apa saja yang digunakan, aturannya tetap sama. Jadi, ketika melakukan aksi melempar, juga tetap harus memerhatikan posisi kaki saat mendarat.
5. Peluru Harus Mendarat dalam Sektor Daratan
Peluru yang dilempar harus mengarah ke sektor daratan. Sektor daratan beradai di bagian depan dengan jarak ditentukan sesuai pertandingannya.
Apabila peluru tidak mencapai garis sektor daratan, maka dianggap out dan tidak akan diukur. Jika melewati garis dianggap in, dan akan dilakukan pengukuran seberapa jauh lemparan didapatkan setelah garis awal sektor daratan.
Penguasaan teknik dasar dalam permainan shot put sangat penting, sebab akan memengaruhi bagaimana lemparan dan seberapa jauh peluru dapat memasuki sektor daratan. Oleh sebab itu, gaya ini perlu dikuasai oleh pemain, terutama yang baru mempelajarinya.
Selain gaya tolak peluru, pengetahuan mengenai aturan dasar permainan juga penting diketahui agar bisa melakukan lemparan sesuai aturan berlaku dalam pertandingan.