Ekonomi

Mengenal Family Office di Indonesia yang Disiapkan Pemerintah

Published

on

Istilah tentang Family Office di Indonesia memang terdengar kurang familiar. Hal ini karena program tersebut memang baru direncanakan pemerintah dan akan segera dilaksanakan.

Tapi dengan diadakannya program ini, ada banyak pro dan kontra dari masyarakat yang telah mengetahui program satu ini. Khususnya warga Bali, cukup menentang dengan program yang akan dicanangkan oleh pemerintah ini.

Berikut ini, kami akan memperkenalkan tentang istilah Family Office yang ada di Indonesia. Setelah Anda mengetahuinya, nanti akan tahu apakah program ini perlu diterapkan atau tidak.

Pengertian Family Office yang akan Diterapkan di Indonesia

Belum lama ini, pemerintah telah telah merencanakan sebuah Family Office yang berpusat di Bali. Nanti fungsinya adalah untuk menampung dana-dana yang masuk ke negara ini.

Pemerintah mencanangkan Family Office di Indonesia ini juga tidak asal, karena ada tujuan tertentu. Tujuannya adalah untuk membawa dampak yang luar biasa pada perekonomian Indonesia. Tentu saja menuju ke arah yang lebih baik.

Dana yang fantastis harus dikelola dengan baik agar nanti bisa dipergunakan secara maksimal. Itulah mengapa, diadakan Family Office yang berpusat di Bali.

Sebelum membahas lebih jauh, Family Office sendiri adalah perusahaan yang bertugas untuk mengelola kekayaan pribadi atau keluarga, dengan kekayaan sangat tinggi. Biasanya disebut dengan HNWI dan UNHWI.

Jika Anda belum tahu High Net-Worth Individual (HNWI) itu memiliki aset likuid yang setara dengan 1 juta dolar Amerika atau lebih. Sementara Ultra High-Net-Worth Individual (UNHWI) merupakan aset likuid yang minimal memiliki kekayaan sebesar 30 juta dolar Amerika atau lebih.

Dengan adanya Family Office di Indonesia digadang-gadang mampu memberikan fasilitas pengelolaan keuangan dalam jumlah besar yang bersifat khusus atau privat. Ini berlaku untuk individu dan keluarga yang memiliki kekayaan super fantastis.

Program ini sendiri direncanakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yaitu Luhut Bansar Pandjaitan di awal Juni 2024. Saat ini sudah dibicarakan dengan Presiden Joko Widodo untuk meminta persetujuan.

Tujuan Diselenggarakan Family Office di Indonesia

Berdasarkan pengertian Family Office yang ada di atas, tujuan utamanya jelas bahwa program ini mengacu pada masyarakat kelas menengah atas dengan kekayaan besar.

Jadi, tujuan Family Office secara jelas adalah untuk membantu keluarga dalam merencanakan serta mengelola kekayaan dalam jumlah besar, agar bisa mendukung kebutuhan saat ini hingga lintas generasi.

Pengelolaan yang dimaksud di sini juga cukup beragam, yaitu perencanaan pajak, perencanaan warisan, hingga membantu strategi investasi agar bisa mengembangkan kekayaan.

Selain itu, tujuan adanya Family Office di Indonesia, nantinya bisa Anda jadikan sebagai media untuk membantu pengelolaan portofolio investasi keluarga. Ini termasuk investasi swasta, saham, hingga real estate.

Tujuan tersebut juga mampu melindungi kekayaan keluarga dengan metode investasi terstruktur dan diversifikasi. Adanya Family Office memang sangat membantu individu atau keluarga yang memiliki kekayaan fantastis.

Mengelola dana yang banyak, sama sekali tidak mudah. Apalagi jika Anda memiliki tujuan untuk mengembangkan kekayaan hingga ke generasi berikutnya. Selain mengelola kekayaan secara diversifikasi dan terstruktur.

Keberadaan Family Office di Indonesia juga mampu membantu sebuah keluarga untuk mencapai filantropi. Apa yang dimaksud filantropi di sini? Filantropi di sini artinya adalah mendirikan yayasan amal hingga mengelola donasi donasi amal dengan baik.

Bagi Anda yang tidak bisa mengatur gaya hidup dengan jumlah kekayaan fantastis, Family Office juga bisa membantu mengelola kekayaan dengan gaya hidup Anda. Dengan begitu, uang yang dikeluarkan tidak terlalu banyak dan sesuai porsi.

Family di Indonesia Kemungkinan Mengancam Perekonomian Bali

Meski ada banyak manfaat yang didapat dengan adanya Family Office, ternyata Bali, sebagai pusat perencanaan tersebut, banyak yang tidak setuju. Meski baru tahap pembicaraan, Luhut, Menteri Serba bisa, mengkonfirmasi bahwa Presiden Joko Widodo setuju atas usulnya ini.

Yusuf Rendy Manilet, selaku Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia, mengatakan bahwa, rencana seperti ini sangat menantang. Dirinya juga ragu dengan indikator yang dimiliki Indonesia dalam menjalankan hal tersebut.

Menurut Yusuf, menjual beragam keuntungan dengan adanya Family Office di Indonesia, kemungkinan besar tidak menarik perhatian para Crazy Rich yang ada di Indonesia.

Lalu Nailul Huda, selaku Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies membongkar motif yang ada di balik program Family Office. Nailul mengatakan secara gamblang bahwa program ini bisa mengancam Bali di masa depan.

Jelasnya, Nailul mengatakan bahwa di masa depan nanti akan ada pengalihan tanah di Bali untuk keperluan investasi dari Family Office tersebut.

Nailul juga menambahkan bahwa kemungkinan besar, masyarakat di Bali bisa tersingkirkan karena program tersebut. Dan ia juga mewanti-wanti karena di masa depan nanti tidak tahu liberasi di Bali yang telah dibangun oleh Luhut dan Sandiaga.

Rencana ini memang belum disahkan oleh pemerintah, tapi setelah tahu dengan fakta tersebut, kemungkinan besar ada banyak kontra. Jika banyak kontranya, kemungkinan Family Office di Indonesia tidak bisa terlaksana.

Trending

Exit mobile version