Otomotif

6 Cara Mencegah Distraksi saat Mengemudi Mobil

Published

on

Cara mencegah distraksi saat berkendara memang perlu dipahami oleh setiap pengemudi. Pada umumnya, membawa mobil di jalan raya perlu fokus yang ekstra.

Sebab, fokus tersebut berguna untuk memastikan bahwa proses berkendara tetap aman tanpa membahayakan keselamatan jiwa. Meski tampak mudah, namun nyatanya menjaga fokus selama mengemudi tidak semudah itu.

Cara Mencegah Distraksi saat Mengemudi

Pada dasarnya, ada beberapa situasi yang membuat fokus berkendara rentan terganggu. Hal ini tentu saja akan sangat membahayakan proses berkendara.

Sebenarnya, sulit fokus itu salah satunya penyebabnya karena distraksi. Misalnya saja seperti kebiasaan bermain HP, rasa kantuk, dan lainnya. Oleh karena itu, perlu tahu cara mencegah distraksi agar lebih fokus berkendara, berikut ini:

1. Menghindari Kebiasaan Multitasking

Sebagian besar pengendara tidak sadar bahwa aktivitas multitasking sering dilakukan selama perjalanan. Kegiatan multitasking tersebut cukup beragam, misalnya, memindahkan lagu di radio dashboard, menerima telepon, sampai bermain HP saat mengemudi.

Seluruh kebiasaan multitasking ini secara otomatis akan menjadi sumber distraksi yang buruk. Oleh karena itu, cara mencegah distraksi yang benar tidak melakukan aktivitas multitasking selama menyetir.

Apabila benar-benar harus melakukan sesuatu hal, atau mengoperasikan HP, maka usahakan lakukan sebelum aktivitas mengemudi.

2. Hindari Makan Dan Minum Selama Mengemudi

Aktivitas satu ini sebenarnya banyak dilakukan oleh pengemudi. Kebiasaan minum dan makan ini menjadi salah satu sumber permasalahan yang serius. Sebab, setiap jalanan rawan terjadi kecelakaan, terutama jika berkendara dengan kecepatan di atas normal.

Minum dan makan saat menyetir akan menyebabkan distraksi. Hal ini karena tidak bisa fokus pada jalanan. Jadi apabila sudah mulai merasa lapar, maka sebaiknya hentikan laju kendaraan di rest area.

Setidaknya, cara mencegah distraksi ini jauh lebih aman daripada harus memaksakan diri selama mengemudi makan dan minum. Selain tidak berbahaya, cara ini juga dapat dilakukan untuk tetap menjaga fokus berkendara.

3. Pastikan Tidak Ada Barang di Bagian Dashboard

Dashboard ini menjadi salah fitur sangat penting dalam mobil. Hal ini karena akan sering dilihat pada saat mengemudikan mobil. Bahkan, tidak sedikit pengendara mobil yang senang meletakkan berbagai macam benda di tempat ini.

Di mana hal tersebut sebetulnya tidak perlu, misalnya seperti sticker, karpet dashboard, sampai mainan. Namun sayangnya, keberadaan benda yang ada di atas dashboard ternyata dapat menyebabkan distraksi.

Sebab, terlalu banyak benda di dashboard mobil akan membuat pengendara tidak fokus mengemudi. Apalagi bila benda-benda di atas dashboard tersebut besar bahkan hingga mengganggu visibilitas.

Oleh karena itu, perlu cara mencegah distraksi, dengan mengosongkan dashboard mobil. Hal tersebut agar lebih aman dari berbagai risiko distraksi ketika berkendara.

4. Bermain HP di Jalan

Selama proses mengemudi, bermain handphone menjadi salah satu penyebab utama dari sumber distraksi. Jadi sudah seharusnya pengendara menghindari pemakaian HP selama menyetir.

Hal ini agar bisa menjaga fokus. Selain tidak boleh memainkan HP secara langsung, pengemudi juga tidak diperkenankan menerima telepon saat masa mengemudi.

Terkecuali, handphone digunakan untuk melihat rute melalui maps. Hal ini sebenarnya tidak perlu dilakukan, karena HP umumnya bisa disimpan pada dashboard atau area lain. Di mana visibilitasnya cukup tinggi sehingga tidak benar-benar merusak fokus.

Apabila memang benar-benar tidak tahu arah, maka cara mencegah distraksi yang tepat adalah mengecek maps sebelum mulai mengemudi. Hal ini agar tidak perlu berulang kali membuka HP untuk cek rutenya.

5. Gunakan Hands Free

Sebagian besar Mobil di Indonesia saat ini sudah memiliki fitur Smartphone Integration. Melalui fitur ini, Anda dapat memanfaatkan fitur Hands Free saat melakukan panggilan telepon.

Sehingga tangan bisa tetap berada di setir. Lalu tatapan tetap bisa ke depan. Jadi bisa langsung menelpon seperti mengobrol saja dengan penumpang tanpa harus distraksi.

6. Jaga Kondisi Tubuh Tetap

Distraksi yang biasanya dialami oleh setiap pengemudi, ternyata dapat diakibatkan karena kondisi fisik. Aspek ini tentunya sangat rentan terjadi jika pengemudi melajukan mobilnya untuk jarak yang jauh. Misalnya saja seperti di jalan tol.

Tentu saja, berkendara dalam waktu yang terlalu lama dapat menimbulkan rasa lelah tersendiri. Oleh karena itu, cara mencegah distraksi disarankan pengemudi agar istirahat sebentar.

Hal ini termasuk berhenti sesekali di rest area jika sudah lelah. Apabila berkendara dengan kondisi tubuh yang lelah, maka risiko distraksinya semakin besar. Oleh karena itu, sisihkan waktu setidaknya minimal 15 menit.

Hal ini dilakukan untuk setiap aktivitas berkendara lebih dari 2 jam atau 160 kilometer. Jadi bisa dikatakan risiko distraksi bisa terjadi oleh semua orang. Oleh karena, sudah seharusnya pengguna lebih berhati-hati untuk menghindari sumber distraksi.

Hal ini tentunya agar mengemudi tetap aman dan terhindar dari adanya risiko bahaya. Harap pastikan selalu berhati-hati dan jaga fokus dengan baik. Selain itu, tetap melakukan cara mencegah distraksi ini agar lebih aman berkendara.

Trending

Exit mobile version